Warga Minta Pihak Berwenang Tegur Pelaksana Pembangunan Jalan DI Panjaitan
Warga Kelurahan Sukaharja Kecamatan Delta Pawan, Budi meminta pihak berwenang menegur pelaksana pembangunan jalan itu
Penulis: Subandi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Sudah lebih kurang dua bulan di tegah jalan di Simpang Mapolres dan RSUD Agoesdjam banyak kerikil. Kondisi tersebut setelah pengerjaan Jl Nasional Ketapang – Siduk ruas Jl DI Panjaitan menggunakan dana Pemerintah Pusat selesai.
Namun pihak pelaksana kerikil di ujung jalan yang dikerjakannya dibiarkan begitu saja.
Pada hal kerikil tersebut bertaburang di tegah jalan yang padat dilalui kendaraan.
Kondisi inilah yang sudah sejak beberapa waktu lalu selalu dikeluhkan warga.
Baca: Ngeri! Bus Putussibau - Pontianak Nyaris Masuk Jurang, Begini Kabar Penumpangnya
Baca: Pakai Fashion Model Ini, Netizen Sebut Nagita Slavina Kayak ABG dan Mirip Barbie
Baca: Soal Pengusiran Kontestan Waode, Iis Dahli Sebut Artis Junior Jahat
Warga Kelurahan Sukaharja Kecamatan Delta Pawan, Budi meminta pihak berwenang menegur pelaksana pembangunan jalan itu.
Bahkan harus menindak tegas pelakasana tersebut jika memang pelaskana tidak mengindahkan teguran itu.
“Sebab sejak beberapa pekan lalu sudah dikeluhkan masyarakat hingga sampai dimasukkan ke beberapa media cetak. Tapi hingga sekarang kerikil itu masih saja berserakan di tegah jalan,” katanya kepada wartawan di Ketapang, Minggu (22/7).
Menurutnya kerikil tersebut selain membuat pengendara tidak nyaman. Tentu juga bisa membahayakan pengendara karena bisa membuat kendaraan tergelincir dan oleng. Sehingga bisa menyebabkan pengendara jatuh dan lain sebagainya.
“Kalau sampai ada pengendara terjatuh tentu sangat berbahaya. Karena di dua simpang itu ada lampu merah (traffic light-red). Jadi ada pengendara yang jatuh tentu sangat rawan ditabrak oleh pengendara di belakangnya,” jelasnya.
Ia mengungkapkan akibat banyaknya kerikil bercampur tanah tersebut juga menimbulkan debu terutama saat kondisinya kering. “Di jalan yang banyak kerikil itu juga sering menimbulkan debu karena ada bercampur tanah,” ungkapnya.
“Jadi selain rawan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Banyaknya kerikil bercampur tanah hingga menimbulkan debu tentu bisa menyebabkan penyakit. Apalagi di jalan itu banyak anak-anak sekolah juga yang melaluinya,” lanjutnya.
Pembangunan Jl DI Panjaitan tersebut menggunakan dana Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Bina Marga Satuan Kerja Pelaksana Jl Nasional Wilayah Provinsi Kalimantan Barat.
Nama paket Preservasi Rekontruksi Jalan dan Rutin Jembatan Ruas Siduk-Ketapang. Dana keseluruhannya Rp 42.499.316.400 dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN). Kontraktornya PT Cipta Sentosa dan Konsultannya PT Daksinapati Karsa Konsultindo.
Saat dikonfirmasi Alpian dari Kementerian PUPR tidak bisa menanggapi tapi mengarahkan kepada yang bernama Tito. “Gini saja pak saya kasi nomor PPK nya karena ini bukan wewenang saya untuk urusan pelaksanaan pekerjaan itu,” katanya melalui telepon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/antre_20180722_132537.jpg)