Empat Sekolah Wakili Kalbar di Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional

Dua sekolah di Kabupaten Sambas, mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional tahun 2018.

Tayang:
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional tahun 2018, berkunjung ke Kabupaten Sambas. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dua sekolah di Kabupaten Sambas, mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional tahun 2018. Setelah memenangkan LSS tingkat provinsi Kalbar.

Satu di antara tim penilai LSS tingkat Nasional, Dr I Wayan Ardana mengungkapkan, dua sekolah tersebut, yakni TK Negeri Pembina di Jalan Gusti Hamzah dan SMA Muhammadiyah Sambas yang berada di Jalan Pendidikan, Sambas.

"Kedua sekolah di Kabupaten Sambas ini, kami lihat memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dalam hal sarana, kemudian SDM-nya serta kualitas, dan upaya membangun sumber daya pendidikan," ungkapnya.

Baca: Tekuk Kubu Raya, Tim Sepakbola Bola Sekadau Rebut Tiket Final POPDA

Dari pantauan tim penilai, menurut Wayan kedua sekolah tersebut cukup membanggakan.

Pihaknya juga melihat bagaimana siswa di sekolah tersebut berperilaku.

"Sejauh ini, memperlihatkan perilaku yang sangat baik sopan santun dan berkarakter," paparnya.

Ada empat sekolah di Kalbar yang menjadi peserta Lomba Sekolah Sehat. Menurut Wayan, sebelumnya keempat sekolah tersebut telah lolos seleksi Lomba Sekolah Sehat tingkat provinsi Kalbar.

"Untuk di Kalbar ada empat sekolah yang kami nilai mulai dari TK, SD, SMP dan SMA. Yang diusulkan dan juga mempunyai prestasi sebagai juara Lomba Sekolah Sehat tingkat provinsi Kalbar," jelasnya.

Sejumlah kriteria penilaian diterapkan panitia pada lomba sekolah sehat tingkat nasional ini. Yang terbagi dalam dua kategori, yakni kategori sekolah sehat, serta sekolah terpencil dan juga sekolah yang perkotaan.

"Jadi kami lihat mengenai bagaimana kinerja sekolah itu sendiri, dan semua ini dikaitkan dengan sekolah tersebut apakah di daerah perkotaan ataupun di daerah terpencil. Sehingga semua sekolah memiliki kesempatan yang sama," urainya.

Penilaian juga termasuk sejauh mana upaya sekolah untuk menjadi sekolah sehat secara kompleks.

Baca: Dua Mantan Napi Daftar Celeg di Kayong Utara, Ini Penjelasan KPU

"Bagaimana pencapaian kerjanya dan usaha untuk meningkatkan menjadi sekolah sehat, sehingga baik itu sekolah di daerah terpencil maupun di kota semua memiliki peluang. Juga yang kami perhatikan adalah program sekolah, kemudian perencanaan dan jaringan mereka terhadap Puskesmas, Pembina UKS, baik itu di provinsi, kabupaten/ kota dan termasuk sekolah lainnya," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, untuk mendukung Program UKS, Sekretaris Daerah Kab Sambas, Uray Tajudin mengungkapkan ada beberapa langkah nyata yang telah dilakukan Pemda Kab Sambas.

Diantaranya dengan menghadirkan regulasi dan kebijakan strategis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved