Pemuda Kecamatan Sandai Protes Jalan Rusak

Pemuda dan masyarakat Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang melakukan aksi protes di sepanjang jalan kecamatan sandai.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Dua Orang Warga dan pemuda yang prihatin dengan kondisi jalan dikecamatan sandai kabupaten ketapang. 

Citizen Reporter
Ashadullah choliq
Warga Kecematan Sandai

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemuda dan masyarakat Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang melakukan aksi protes di sepanjang jalan kecamatan sandai, Senin (16/7/2018).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan pemuda dan masyarakat terhadap jalan di Kecamatan Sandai, yang mana bila hujan turun selalu terendam lumpur.

Sehingga untuk melalui jalan tersebut masyarakat harus bahu membahu membantu pengendara agar dapat melewati jalan tersebut.

Dalam aksi tersebut pemuda membentangkan spanduk bertulisan "Pak Bupati, Sandai Bosan Dengan Jalan RUSAK" di jalan berlumpur.

Mereka juga membentangkan spanduk lain yang mempertanyakan "visi misi Bupati Ketapang tentang meningkatkan insfrastruktur daerah."

Choliq salah satu warga yang ikut aksi mengatakan aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinannya pada jalan di Kecematan Sandai.

"Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap jalan di Kecamatan Sandai yang dari tahun ketahun kondisinya semakin memprihatinkan," ujar choliq salah satu warga dan pemuda dalam aksi tersebut.

Menurutnya, selama ini masyarakat Sandai memang hanya diam, Namun seiring berjalannya waktu pemuda dan warga lainnya juga mengaku sudah bosan dengan kondisi tersebut, sehingga melakukan aksi protes terhadap pemda ketapang.

Sementara itu Almuhayan salah seorang pemuda yang juga ikut dalam aksi tersebut mengatakan aksi tersebut juga di maksudkan untuk membangkitkan semangat Mahasiswa dan Pemuda di Kecematan Sandai.

"Selain mengkritik pemerintah, aksi kami juga untuk membangkitkan semangat kawan-kawan, khususnya mahasiswa dan pemuda di Sandai untuk kritis mengenai hal-hal berkaitan dengan kepentingan umum," ujarnya.

Sedangkan Sumardi yang juga turut serta dalam aksi tersebut mengungkapkan, kerusakan jalan di wilayahnya cukup memprihatinkan.

Ketika musim hujan maka digenangi air seperti layaknya kolam, sedangkan musim panas berdebu sehingga menganggu jarak pandang dan debunya mengotori rumah-rumah warga.

"Biasanya masyarakat sukarela memperbaiki, makanya aksi ini sebagai bentuk kritik kami ke Pemda yang memiliki visi misi menuju masyarakat sejahtera dan meningkatkan infrastruktur, sementara kami di daerah sama sekali belum merasakan janji dari visi misi tersebut," ujar sumardi dalam aksi tersebut.

Ia juga mengaku, meskipun aksi yang dilakukan hanya diikuti segelintir orang, namun upaya mereka cukup banyak didukung masyarakat, bahkan masyarakat menaruh harapan besar agar jalan dapat segera diperbaiki. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved