Pileg 2019

Anggota DPR RI Ini Nilai Administrasi Pencalegan Tahun Ini 'Parah'

Dikatakan Ketua DPW NasDem yang kembali maju sebagai Bacaleg DPR RI ini, kedepan hal-hal seperti itu harus jadi perhatian.

Anggota DPR RI Ini Nilai Administrasi Pencalegan Tahun Ini 'Parah'
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
DPW NasDem Kalbar saat melakukan pengajuan bakal calon anggota DPRD Kalbar di KPU Kalbar, Senin (16/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPR RI, Sy Abdullah Alqadrie menuturkan proses dalam administrasi pencalegan khususnya di Rumah Sakit Jiwa untuk sekarang mesti dievaluasi.

"Saya memang ada koreksi rumah sakit jiwa, itukan akhirnya orang seperti menunggu sampai kayak tidak karuan, sebenarnya kedepan harus diaturlah kaitan dengan ini," katanya, Senin (16/07/2018).

Baca: Tiga Parpol Ini Daftarkan Bakal Caleg Nyaris Serempak

Baca: Maju Caleg dari NasDem, Ternyata Ini Alasan Lensus Kandri

Baca: Daftar Pertama Kali ke KPU, Ini Alasan DPW NasDem Kalbar

Menurutnya, untuk pemilihan rumah sakit juga mesti diperhitungkan dan dilihat fasilitasnya.

"Jika memang dipakai rumah sakit jiwa harus dilihat fasilitasnya, sarana yang ada, jumlah RSJnya, dan masalah seperti ini sebenarnya cukup dirumah sakit biasa saja, namun karena jiwa sifatnya kekhususan dokter juga spesialis jiwa tentu berbeda," ujarnya.

Dikatakan Ketua DPW NasDem yang kembali maju sebagai Bacaleg DPR RI ini, kedepan hal-hal seperti itu harus jadi perhatian.

"Kedepan saya lihat ini juga harus jadi pemikiran, supaya tidak seperti sekarang, sudah waktunya lama, waktu menunggunya cukup lama, kemudian tempat fasilitasnya sempit, maka harus dipikirkan kedepan dan dicarikan agar lebih baik. Saya kira harus dievaluasi kedepan," harapnya.

Ia pun menuturkan semua hal harus dibenahi, termasuk dalam hal psikiater yang melakukan tes, karena dengan tempat dan waktu yang terbatas akan lebih membebebankan para bacaleg.

"Semuanya harus dibenahi, psikiaternya perlu ditambah kalau masih mau seperti ini kesulitan, apalagi yang ada di daerah atau Kabupaten yang tidak ada rumah sakit jiwa akan makan biaya, waktu, maka harus dipikirkan," imbuhnya.

Walau begitu, untuk pribadi Sy Dul mengatakan telah menyiapkan persyaratan untuk Bacaleg jauh-jauh hari.

"Saya kebetulan 20 hari yang lalu sudah menyiapkan itu, jadi saya cicil, waktu saya melakukan itu rumah sakit jiwa belum begitu ramai, jadi saya kira perlu dievaluasi agar tidak terjadi seperti sekarang, saya rasakan inilah yang paling cukup parah," tukasnya. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved