Sutarmidji dan Karolin Sepakat Jaga Kondusif Kalbar, Ini Sarannya!
Menyikapi kehidupan sosial ditengah-tengah masyarakat Pasca Pilkada serentak 2018, unsur Forkopimda Kalbar melakukan pertemuan
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menyikapi kehidupan sosial ditengah-tengah masyarakat Pasca Pilkada serentak 2018, unsur Forkopimda Kalbar melakukan pertemuan yang dilangsungkan di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (4/6) pagi lalu.
Hadir semua Paslon maupun yang mewakilinya pada pertemuan tersebut.
Satu diantara Paslon yang telah dinyatakan menang berdasarkan hitungan cepat diberbagai lembaga survey dan hitungan cepat KPU yang ditampilkan di website KPU, Sutarmidji mengajak para relawan, pedukung, simpatisan dan seluruh warga Kalbar untuj menyikapi hasil Pilkada tetap berpatokan dengan hitungan manual oleh KPU yang akan digelar beberapa hari kedepan.
"Semua harus menunggu hitungan manual dari KPU, karena lembaga resminya tentu hasilnya harus diumumkan oleh lembaga resminya juga," ucap Midji, Kamis (5/7/2018).
Baca: Kesempatan Langka Bagi Masyarakat, Jadi Tuan Rumah MTQ ke 27 Mempawah Harus Nunggu 25 Tahun
Sementara terkait hasil hitung cepat merupakan salah satu media untuk mengukur keterpilihan pasangan calon yang maju sebagai kepala daerah. Untuk hasil yang resmi tetap harus melalui lembaga yang resmi.
Menyikapi itu semua, dia berharap agar tak ada reaksi apapun dari masyarakat maupun para pendukungnya, dia mengajak untuk menyerahkan kepada KPU.
Saat ini menurutnya tengah dilakukan perhitungan ditingkat kabupaten kota, sehingga semua pihak harus menunggu.
Dalam pertemuan di pendopo Gubernur Kalbar, dirinya bersama paslon nomor urut dua Karolin-Gidot bersama ketua tim pemenangan sudah membuat pernyataan sikap untuk menjaga iklim yang kondusif.
Baca: Halal Bihalal Wali Kota dengan Seluruh ASN Pemkot Pontianak, Omelannya Dirindukan
Sebab menurutnya siapapun yang terpilih sebagai gubernur nantinya, maka merupakan gubernur Kalbar bersama, sehingga tidak ada lagi sekat-sekat pendukung, baik nomor 1, 2 atau 3.
"Saya berharap semua pihak harus bersatu untuk membangun Kalbar agar ada percepatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. Untuk berbagai organisasi masyarakat, kelompok atau apapun namanya, hendaknya berlaku bijak dalam menyikapi apa yang di posting pada media sosial," sarannya.
Masyarakat jangan mudah terprovokasi atau memprovokasi, sehingga jika ada hal-hal yang belum jelas, agar tidak membuat postingan tandingan yang sifatnya akan semakin membuat kisruh suasana.
Jika bisa menurutnya, segala sesuatu yang dianggap dapat membuat tidak nyaman bagi satu kelompok dengan kelompok lain, maka lebih baik dimusyawarahkan untuk kepentingan bersama dan kepentingan Kalbar.
Sejak awal Midji mengaku telah menyampaikan bahwa apapun yang dibuat, ditulis tentang dirinya untuk tidak ditanggapi dengan serius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/foto-bersama_20180705_083756.jpg)