Citizen Reporter

Percepatan Kalbar Perlu "in line" dengan Pusat

APBD yang sebelumnya hanya berkisar kurang lebih Rp 5,2 triliun, tentu harus dimanfaatkan secara maksimal bagi seluruh bidang pembangunan.

ISTIMEWA
Debat terakhir Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 

Citizen Reporter
Aktivis Advokasi Buruh dan  Penggiat Jaminan Sosial, Ir. Achmad Ismail dan Agustino H. Assa

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Proses pembangunan Kalbar dari berbagai aspek memerlukan visi pemimpin yang bisa "in line" dengan visi pemerintahan pusat.

Dalam dua periode kepemimpinan nasional yang telah berjalan, tampaknya Kalbar terus searah dengan kebijakan nasional yang ada. Membuka akses" kesejahteraan seluas luasnya sambil mengembangkan potensi kedaerahan yang dimiliki.

(Baca: Closing Statemen, Boyman Harun Sampaikan Pernyataan Ini )

“Kami siap jadi Gubernur ! tegas Karol. APBD Kalbar bisa disinergikan dengan orientasi pembangunan pemerintahan pusat maupun pihak swasta untuk bidang bidang pembangunan yang ada”.  Kalbar sebelumnya sudah membuktikan itu, di pembangunan Jembatan Pakasi, daerah Tayan, Kabupaten Sanggau misalnya. Kerjasama pemerintahan pusat dan daerah mampu wujudkan itu. Demikian hal lainnya. Pola kerjasama yang bagus ini mesti dijaga dan ditingkatkan”, demikian dinyatakan Karolin-Gidot.

Pernyataan Karolin ini mendapat sambutan positif dari audiens. Khususnya dari Achmad Ismail (Ais), “penggiat” jaminan sosial dan ketenagakerjaan.

Yang disampaikan Karol-Gidot patut dicermati sebagai pemimpin yang jeli dan efektif mengelola keterbatasan APBD yang terbatas, Sementara jangkauan pembangunan Kalbar begitu luas.

APBD yang sebelumnya hanya berkisar kurang lebih Rp 5,2 triliun, tentu harus dimanfaatkan secara maksimal bagi seluruh bidang pembangunan.

(Baca: Diduga Kecelakaan Kerja, Karyawan Kapal Ditemukan Tewas )

Ada hal “krusial” yang perlu mendapatkan perhatian pembangunan di Kalbar. Ais juga mengingatkan bahwa persoalan fasilitas kesehatan perlu menjadi perhatian mereka mengingat belum seluruhnya kabupaten di Kalbar didukung oleh rumah sakit rumah sakit (RS-RS) yang representatif guna menopang kesehatan masyarakatnya.

Untuk ketenagakerjaan, investasi ataupun pembukaan lahan/pabrik” baru harus bisa menampung tenaga kerja lokal. Dari sekian paslon, masyarakat pemilih tinggal menelusuri saja jejak rekamnya.

Karena ketiga paslon tersebut, hampir bisa dipastikan sudah pernah menjalani roda eksekutifnya. Keberuntungannya, Karolin punya kelebihan sebagai anggota DPR yg “tau” persis orientasi pembangunan pemerintahan pusat “ demikian tutup Ais.

Pernyataan Ais tersebut diamini pula kebenarannya oleh Agustino, penggiat lokal di dua bidang yang sama.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved