Kisah Mahasiswa Kubu Raya Berburu Beasiswa di Negeri Mohamed Salah
Kemasyuran Al Azhar jugalah yang menyedot perhatian seorang pemuda asal Kubu Raya, Kalimantan Barat, Imam Mahdi Maman.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribunpontianak.co.id, Hasyim Ashari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MESIR - Mesir, negeri di mana pesepakbola terkenal Mohamed Salah berasal, telah lama menjadi tujuan para pelajar dan mahasiswa Indonesia menuntut ilmu.
Di negeri para nabi dan wali ini, memang berdiri kokoh perguruan tinggi terkemuka di dunia, Universitas Al Azhar.
Kemasyuran Al Azhar jugalah yang menyedot perhatian seorang pemuda asal Kubu Raya, Kalimantan Barat, Imam Mahdi Maman.
Baca: Ziarah di Madinah, Dari Jabal Uhud Hingga Makam Rasulullah Muhammad SAW
Baca: Masya Allah, Nikmatnya Berbuka Puasa di Masjidil Haram
Imam mengaku tiba di Mesir pada tahun 2011 silam.
"Sudah 7 tahun di sini. Kenapa saya belum selesai kuliah di Al Azhar, memang ada sejumlah alasan," kata Imam kepada tribunpontianak.co.id, Senin (19/6/2018).
Baca: Memburu Lailatul Qadar di Mekkah, Air Mata Tumpah di Depan Kabah
Imam memberi perbandingan di film Ketika Cinta Bertasbih saja, kuliah di Mesir selesai 9 tahun.
"Jadi sebentar lagi saya selesai," ujarnya diikuti tawa.
Imam menjadi guide rombongan Umroh Mandiri Hemat (UMH) Pontianak selama 4 hari berada di Mesir.
Sebelumnya, rombongan telah berada 15 hari di Mekkah dan Madinah untuk menunaikan umrah.
Bukan sebuah kebetulan Imam yang berasal dari Desa Seruat II, Kubu Raya ini menuntut ilmu di Mesir.
Adalah pondok pesantren Makarimul Akhlak Singkawang yang memberinya pilihan untuk melanjutkan pendidikannya.
"Ponpes Makarimul Akhlak santrinya hanya 100 orang," kata dia.
Imam menjelaskan kebetulan ia lulus dengan nilai Bahasa Arab tertinggi.
Ponpes pun mendorong dan memberinya pilihan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/imam-mahdi_20180620_162519.jpg)