Ramadan 1439 H

Jelang Lebaran Produksi Sampah Kota Pontianak Capai 500 Ton Per Hari

Setidaknya pihaknya mencatat kenaikan produksi sampah menjelang lebaran ini meningkat sampai 25 persen dari hari normal biasanya.

Jelang Lebaran Produksi Sampah Kota Pontianak Capai 500 Ton Per Hari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kepala DLH Kota Pontianak, Tinorma Butar-butar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memiliki penduduk lebih dari 600 ribu jiwa, tentu sampah yang dihasilkannya berbanding lurus dengan jumlah penduduk yang ada.

Jika setiap hari saat waktu normal, rata-rata 400 ton sampah dihasilkan oleh masyarakat Kota Pontianak, jumlah ini akan jauh membludak saat ada perayaan dan hari besar keagamaan seperti halnya menjelang Hari Raya Idul Fitri ini.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Tinorma Butar-butar beberapa hari ini semakin mendekati hari H lebaran produksi sampah yang dihasilkan oleh masyarakat semakin meningkat drastis.

Setidaknya pihaknya mencatat kenaikan produksi sampah menjelang lebaran ini meningkat sampai 25 persen dari hari normal biasanya.

(Baca: Hari Ini, BMKG Pantau Empat Titik Panas di Kalbar )

"Beberapa hari ini volume sampah membludak dan meningkat sekitar 20-25 persen, jika hari biasanya produksi sampah rata-rata 400 ton maka saat ini mencapai 500 ton," ucap Tinorma Butar-butar saat diwawancarai, Senin (11/6/2018).

Untuk menangani membludaknya volume sampah rumah tangga tersebut, DLH mulai sekarang sudah melakukan penambahan jam kerja atau lembur bagi tenaga kebersihannya yang ada di Kota Pontianak.

"Bahkan kita ada peminjaman armada dari PU dan juga meminjam alat berat untuk menangani sampah ini. Alat berat kita gunakan untuk di Pasar Mawar dan Pasar Kemuning nantinya. Sekarang kita tambahkan lembur karena sampah benar-benar meningkat," tambah Tinorma.

Adanya penambahannya sekitar 20-25 persen sampah dari hari biasanya karena tingkat konsumsi masyarakat juga meningkat dan produksi rumah tangga juga meningkat sehingga volume sampah mencapai 500 ton per harinya.

"Kita tangani dengan menambah lembur, cuma memang masalahnya di personel, apalagi pekerja kita adalah manyoritas yang melaksanakan puasa," tambahnya.

Untuk penanganan sampah pada hari H-1 lebaran nanti disebutnya sejak sore sudah mulai mengangkutnya dari TPS dan untuk penyapu jalan jadwal mereka akan di awalkan, yaitu mulai jam 3 subuh. Sehingga saat salat Ied semuanya bisa melaksanakan salat dan tidak ada yang bekerja.

"Sebenaranya sampah kering itu bisa tahan atai jangan dibuang dulu, tapi kalau tidak bisa ditahan tolonglah membuangnya dengan tertib dan rapi. Maka dengan masyarakat yang membuangnya rapi dan tertib memudahkan pekerja untuk melakukan kerjanya," ucap Tinorma.

Memang diakuinya menangani masalah sampah ini,tidak bisa seharipun untuk ditiadakan karena produksinya terus menerus maka kalau tidak dikerjakan akan membludak dan menimbulkan masalah lainnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved