Sadis! Mengaku Ada Bisikan gaib, Pengikut Aliran Sesat Ini Tega Bunuh Anggota Keluarga

Rangkaian pembunuhan ini terjadi saat rombongan keluarga ini dalam perjalanan mengungsi ke perbukitan, karena mendapat bisikan gaib

Tayang:
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUN MEDAN
Tiga anggota aliran sesat di Madina yang menghabisi tiga anggota keluarga mereka belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID  - Pembunuhan sadis terjadi di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Tiga orang yang diduga pengikut aliran sesat, tega menghabisi nyawa tiga anggota keluarganya setelah mendapat perintah lewat bisikan gaib.

Ketiga tersangka pembunuhan, di antaranya Almahdi alias Mahdi alias AM, Buyung alias B dan Mukmin alias MK.

Baca: Menteri PANRB Larang PNS Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik dan Terima Hadiah, Ini Surat Edarannya

Baca: Miliki Kartu Ajaib TFC Premium, Dapatkan 32 Fasilitas Gratis Setahun!

Mereka bertiga masih berkerabat dan merupakan warga asal Desa Lubuk Kancah, Ranto Baek, Madina.

Rangkaian pembunuhan ini terjadi saat rombongan keluarga ini dalam perjalanan mengungsi ke perbukitan, karena mendapat bisikan gaib akan ada bencana pada 15 Ramadan.

“AM Cs mendapat bisikan akan ada bencana di kampungnya, sehingga mereka pergi ke gunung,” kata Kapolres Madina, AKBP Irsan Sinuhaji, Selasa (5/5/2018).

Baca: Ratusan Bikers Honda berbagi di Bulan Ramadan Melalui Brotherfood Gathering

Baca: Duh, 37 Remaja Terjaring Razia Tipiring di Mempawah

"Rombongan yang mengungsi ke gunung berjumlah 10 orang. Dalam perjalanan, AM berulang kali mendapat bisikan gaib lagi, sehingga memerintahkan untuk menghabisi tiga anggota keluarganya. Hingga akhirnya rangkaian pembunuhan terjadi selama proses mengungsi,” ungkap Irsan.

Lebih lanjut, Irsan menjelaskan bahwa rangkaian pembunuhan ini sempat menggegerkan warga Desa Muara Bangko, Ranto Baek, Madina.

Awalnya, pada Kamis (31/5/2018), warga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa busana di perkebunan sawit. Korban dikenali bernama Risma berusia sekitar 26 tahun.

Keesokan harinya, warga kembali menemukan jenazah Dedi (16). Lokasi penemuannya juga tak jauh dari korban pertama.

Empat anggota rombongan ini merasa tidak sepaham dengan aksi pembunuhan, sehingga melarikan diri dan melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar.

Warga yang mendengar kejadian itu, kemudian menangkap seorang pelaku yang membunuh kedua korban.

Berdasarkan pengakuannya, masih ada satu korban lagi, yakni Tiara, yaitu bayi berusia 6 bulan itu, dihanyutkan ke Sungai Batang Bangko.

Mayatnya ditemukan dalam keadaan rusak, Minggu (3/6/2018).

Satuan Reskrim Polres Mandailing Natal langsung bergerak-gerak cepat. Petugas berhasil menangkap 2 pelaku pembunuhan lainnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved