Citizen Reporter

PKC PMII Kalbar Gelar Rakerda dan Talkshow Ramadan

alam sambutannya Ketua PKC PMII Kalbar, Muammar Kadafi, menegaskan bahwa, Rakerda ini merupakan acuan

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Foto bersama, penyelenggara dengan para pemateri TalkShow Ramadan Di hotel Kapuas Darma 2 PKC PMII Kalbar 

Citizen Reporter

Arifuddin

Biro Pers PKC PMII KALBAR

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kalimantan Barat (PKC PMII Kalbar) melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Talkshow Ramadhan Di hotel Kapuas Darma 2, Jalan Imam Bonjol pada Senin (05/06/2018).

Dengan tema "Inflasi Kebutuhan Pokok Menjelang Idul Fitri 2018", kegiatan ini dibuka langsung oleh KH. Hasyim Hadrawi selaku sekretaris PWNU Kalbar, dan hadir sebagai pemateri Kabid Bulog Kalbar Nancy Safira, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalbar Muhammad Ridwan, Wakil DPRD Provinsi Kalbar Ir. Suriansyah, Detreskrimsus Polda Kalbar Akp. Tua Sitorus.

Baca: Tim Gabungan Sidak Sejumlah Toko Sembako di Sekadau Hilir

Baca: Tim Sidak Temukan Sejumlah Barang Tak Layak Jual

Dalam sambutannya Ketua PKC PMII Kalbar, Muammar Kadafi, menegaskan bahwa, Rakerda ini merupakan acuan, gambaran program kerja 2 tahun kedepan.

"Kami berharap, melalui poin yang akan kita bahas keinginan kader-kader PMII KALBAR untuk menjadi tuan rumah event Nasional PB PMII bisa tercapai," pungkasnya.

Baca: Kadisperindakop Kayong Utara Sebut Harga Sembako Tak Alami Kenaikan Signifikan

Baca: Bagikan Takjil, Ini Yang Dilakukan Kapolsek Mempawah Timur

Kadafi menyayangkan, bahwa Bangsa Indonesia yang begitu kaya dengan sumber alamnya bahkan dikenal dengan Negara Agraris, namun sampai saat ini masih saja belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

"Sumber daya alam nya masih belum maksimal di manfaatkan, tambah lagi menjelang hari besar keagamaan pasti terjadi Inflasi, hal ini menjadi tradisi bagi masyarakat. Mari kita mahasiswa harus turun bersama-sama pihak terkait untuk hadir dan memberikan solusi kongrit agar kedepannya tidak terjadi kecemasan pada masyarakat," himbaunya.

KH. Hasyim dalam sambutannya menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi terhadap tema yang di ambil dalam Rakerda ini.

"Baru pertama kali ini, PMII mengambil isu terkait inflasi terhadap pangan, biasanya kader-kader PMII hanya fokus terhadap kebangsaan, radikalisme dan pendidikan, tapi sekarang PMII sudah berani masuk ke ranah ekonomi, ini prestasi, saya berharap dilanjutkan agar PMII lebih dekat ke masyarakat," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ridwan, "Sangat luar biasa, PMII angkat tema Inflasi pangan, kami butuh dari rekan-rekan mahasiswa untuk sama-sama bersinergi kedepannya," katanya.

Sementara Nancy, menyampaikan bahwa stok barang berupa beras, gula, daging, minyak, dan lainnya sudah aman untuk kebutuhan lebaran, bahkan sampai akhir tahun.

Dalam pemaparannya, Ir. Suriansyah menyampaikan bahwa pemerintah sudah mengatur tentang regulasi dan aturan terkait pangan "yang penting kita sama-sama bergerak," ajaknya.

Materi terakhir di sampai kan oleh Akp. Tua, beliau memaparkan mengenai capaian dan tindakan yang telah dilakukan pihak kepolisian sepanjang tahun 2018.

"Kami sangat terimakasih kepada PMII, telah membantu kinerja kepolisian dalam pengamanan stabilitas pangan," katanya.

Tidak lupa, Tiyono selaku ketua panitia mengucapkan terimakasih banyak kepada para narasumber yang berkenaan hadir,

"Kepada Sekretaris PWNU Kalimantan Barat yang telah sudi hadir dan membuka acara kami, terimakasih kepada seluruh hadirin yang hadir," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved