Gara-gara Ini, 169 Warga China Dilarang Naik Pesawat dan KA Selama Setahun
Ke-169 orang yang namanya diunggah ke situs tersebut dilarang membeli tiket pesawat dan kereta api selama satu tahun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BEIJING - Karena berprilaku buruk, sebanyak 169 nama orang yang dilarang menggunakan pesawat atau kereta api selama satu tahun. Nama - nama mereka juga dirilis oleh pemerintah China, Senin (4/6/2018).
Perilaku buruk yang dimaksud misalnya tidak membayar utang tepat waktu dan melakukan perbuatan yang mengganggu di dalam penerbangan. Langkah kontroversial ini dimulai sejak 2014. Saat itu pemerintah China memberikan penilaian untuk warga, bisnis, dan pejabat lokal. Hasil penilaian ini bisa memengaruhi banyak hal mulai dari persetujuan pinjaman uang hingga izin menggunakan pesawat terbang.
(Baca: Klaim Didukung NU, Muhaimin Sebut Jokowi Rugi Jika Tak Meminang Dirinya Sebagai Cawapres )
Nama-nama warga lengkap dengan nilainya itu dicantumkan dalam situs Credit China yang didukung Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (NDRC).
Ke-169 orang yang namanya diunggah ke situs tersebut dilarang membeli tiket pesawat dan kereta api selama satu tahun. Mereka tercatat melakukan berbagai masalah mulai berbuat onar di penerbangan, menyelundupkan korek api di bandara, merokok di kereta cepat, menghindari pajak, dan tak membayar dendan.
Pemerintah China sebelumnya mengatakan, telah memblokir jutaan orang dari 11 juta penerbangan dan 4 juta perjalanan kereta api saat sistem ini diuji coba.
Daftar yang dirilis akhir pekan lalu itu sekaligus yang pertama diterbitkan pemerintah dan menurut rencana daftar "pembuat onar" ini akan diperbarui tiap bulan. Salah satu nama dalam daftar ini adalah Jia Yueting, pendiri perusahaan teknologi LeEco yang berbasis di kota Shenzhen.
Jia masuk ke dalam daftar hitam pada Desember dan saat ini tinggal di Amerika Serikat. Dia menolak perintah untuk kembali ke China untuk mengatasi masalah keuangan perusahaannya.
Nama lain adalah Feng Wenjie, mantan pemegang saham mayoritas Steyr Motors, yang juga terdaftar di Shenzhen. Satu nama lagi adalah Wang Hui pemegang saham mayoritas Huaze Cobalt dan Nickel Material.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebanyak 169 Warga China Dilarang Naik Pesawat dan KA Selama Setahun"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/supermoon_20171203_165916.jpg)