Citizen Reporter
BEM FISIP Untan Laksanakan Dialog Kebangsaan dan Buka Puasa Bersama
Bahkan terdapat pula dua pendaftar yang berasal dari luar daerah, tepatnya dari Universitas Pamulang Tangerang, Banten.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Jamadin
"Kalbar ialah provinsi yang unik dengan pluralisme yang menyertainya. Saya katakan unik karena meskipun Kalbar terdiri atas berbagai suku, tapi mampu hidup berdampingan dan rukun," ujarnya.
Abdul Wesi Ibrahim selaku narasumber terakhir mengungkapkan kondisi bangsa saat ini. Ia mengatakan keharmonisan yang sudah terjalin ini jangan sampai hancur hanya karena adanya berbagai perbedaan.
"Perbedaan-perbedaan yang ada di tengah-tengah kita jangan sampai memantik perpecahan. Jika pecah, maka akan sulit untuk menyatukannya kembali. Kita tahu bahwa negara-negara Islam di luar sana sudah banyak yang hancur karena perang antar suku. Negara kita jangan sampai menyusul mereka," tutup Wesi.
Kegiatan Dialog Kebangsaan diakhiri penyerahan plakat kepada narasumber dan ditutup dengan buka puasa bersama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dialog-kebangsaan_20180601_125457.jpg)