Opini

Rimpang Kencur Sebagai Pencegah Osteoporosis

Individu seperti perokok dan peminum alkohol serta faktor lain yang dapat meningkatkan sekresi hormon paratiroid.

Tayang:
Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
NET
Kencur 

Opini
Mattahari
Mahasiswa Kimia FMIPA Untan

Mattahari
Mattahari (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISHAK)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Osteoporosis merupakan suatu keadaan berkurangnya massa tulang dan mineral tulang yang disertai dengan atau tanpa kerusakan arsitektur tulang yang menyebabkan kekuatan tulang menjadi menurun (Ott 1990; Palmer 1993). Pengurangan massa tulang tersebut dapat terjadi sebagai akibat ketidakseimbangan antara absorbsi dan reasorbsi Ca (Palmer 1993).

Beberapa faktor osteoporosis adalah umur, aktivitas fisik, jenis kelamin, nutrisi, kelaparan, hormonal, genetik, ras, idiopatik, neoplasma, penyakit hati, diabetes mellitus, dan kebiasaan hidup.

Individu seperti perokok dan peminum alkohol serta faktor lain yang dapat meningkatkan sekresi hormon paratiroid.

Baca: Menjadi Kartini Modern dengan Kembangkan Setiap Potensi, Ini Penjelasan Fitri

Proses osteoporosis pada wanita umumnya terjadi karena berkurangnya kosentrasi estrogen pasca menopause.

Wanita yang memasuki usia 40 tahun, secara fisiologis produksi estrogen mulai berkurang, dan konsentrasinya tinggal 10% saat akan memasuki masa menopause Estrogen merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan osteoblas di jaringan mieloid sumsum merah pada individu dewasa. (Smith 1993).

Kejadian osteoporosis merupakan proses yang sangat kompleks, oleh karena itu tidak semua kasus osteoporosis dapat disembuhkan secara sempurna.

Secara medis, beberapa jenis preparat hormon estrogen sintetis dapat dipakai untuk mengobati osteoporosis, tetapi harus dikonsumsi seumur hidup (Gass dan Neff, 1995). Selain itu, pengobatan hormonal memiliki beberapa kelemahan, misalnya meningkatkan resiko kanker payudara, karsinoma endometrium, perdarahan pervagina, tromboflebitis dan tromboemboli (Nguyen et al. 1995; Genant et al. 1998).

Oleh karena itu, pengobatan osteoporosis masa kini diarahkan pada pengobatan lain dengan resiko yang lebih rendah berupa perubahan asupan mineral khususnya imbangan kalsium dan fosfat dalam makanan, vitamin A, vitamin C, vitamin D, peningkatan aktivitas fisik, dan penggunaan tumbuhan bahan alam yang telah digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk mengobati penyakit (Tiangburanatham 1996).

Adapun pengobatan osteoporosis yang aman dan murah yaitu dengan fitoestrogen.

Baca: Ditetapkan Tersangka, Pria Asal Wamena Menangis di Tahanan

Fitoestrogen merupakan senyawa pada tumbuhan yang memiliki aktivitas estrogenik, sehingga dapat menggantikan fungsi estrogen (Yildisz, 2005). Mekanisme utama fitoestrogenik adalah dengan berikatan dengan Reseptor Estrogen (ER). Fitoestrogen ini dapat ditemui pada tanaman salah satunya yaitu tanaman kencur.

Kandungan kimia yang ada dalam tanaman kencur ini yaitu etil sinamat, etil p-metoksisinamat, p-metoksistiren, karen, borneol, dan paraffin. Kandungan kimia rimpang kencur telah dilaporkan oleh Afriastini,1990 yaitu (1) etil sinamat, (2) etil p-metoksisinamat, (3) p-metoksistiren, (4) karen (5) borneol, dan (6) paraffin.

Struktur kandungan dari kencur
Diantara kandungan kimia ini, etil p-metoksisinamat merupakan komponen utama dari kencur (Afriastini,1990).

Selain itu, Tanaman kencur mempunyai kandungan kimia antara lain minyak atsiri 2,4-2,9% yang terjadi atas etil parametoksi sinamat (30%), Kamfer, borneol, sineol, penta dekana. Adanya kandungan etil para metoksi sinamat dalam kencur yang merupakan senyawa turunan sinamat.

Kandungan minyak atsiri kencur diantaranya α-pinena, kampena, δ-3-carene, α-pelandrena, limonene, p-simena 4-isopropiltoluena, 7,8- epoksitrisiklododekana, 5-metiltrisiklo undek-2-en-4-one, 2-asam propenoat, 3-(4-mempunyai nama trivial etil p-metoksi sinamat (Afriastini,1990).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved