Kompak! Kapolsek Subah dan Warga Pasang Balok Kayu untuk Jembatan Darurat

Iptu Dede Hasanudin mengungkapkan, jembatan di Desa Sabung yang rusak, sebelumnya memang sudah mengalami penurunan pondasi jembatan

Tayang:
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Kapolsek Subah, Iptu Dede Hasanudin bersama warga membuat jembatan darurat dari kayu. Hujan deras yang turun sejak Selasa (29/5/2018) sore, menyebabkan jalan raya di Desa Sabung, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, ambles hingga setengah badan jalan. Jembatan Sabung nyaris putus akibat kondisi ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kapolsek Subah, Iptu Dede Hasanudin mengungkapkan, jembatan di Desa Sabung yang rusak, sebelumnya memang sudah mengalami penurunan pondasi jembatan.

"Dan lebih diperparah kemarin sore, setelah hujan, saya dapat informasi dari Bhabinkamtibmas Desa Sabung, bahwa jembatan penghubung jalan antar Kabupaten Sambas dan Bengkayang ini terjadi longsor tanahnya, sehingga akses jalan sempat terhenti karena longsornya memang mengkhawatirkan sekali," ungkapnya, Rabu (30/5/2018).

Adanya informasi tersebut, Iptu Dede bersama jajarannya mengecek langsung ke lokasi.

Baca: Warga Tenggelam di Sungai Ditemukan Tak Bernyawa, Setelah 4 Hari Pencarian

"Saya langsung berkoordinasi dengan pimpinan di Polres Sambas, sehingga dari Satlantas Polres Sambas pun datang ke lokasi, untuk melakukan pengaturan lalu lintas," ujarnya.

Pihaknya bersama dengan warga sekitar juga telah melakukan antisipasi awal, agar arus lalu lintas kendaraan yang melintasi jembatan tersebut tetap lancar, maka pihaknya dan warga membuat sementara jembatan darurat dari bahan baku kayu.

"Kami bersama dengan warga membuat jembatan dari kayu, untuk supaya akses tetap bisa dilalui pengendara. Jembatan darurat, agar akses lalu lintas tetap lancar. Selain itu, dari Satlantas pun juga sudah memasang Water Barrier, sebagai rambu penanda bahwa saat melintasi jembatan ini harus melambatkan laju kendaraan," jelasnya.

Menurutnya, jika dari arah Sambas. Sisi jembatan sebelah kanan masih bisa dilalui kendaraan. Lantaran sisi sebelah kiri yang mengalami amblas tergerus arus sungai.

"Sisi sebelah kanan masih bisa dilewati dengan bantuan warga untuk membuat jembatan darurat dari kayu. Mobilitas kendaraan yang melintas di sini cukup ramai, kebanyakan itu truk-truk tangki pengangkut CPO, yang muatannya cukup berat. Untuk sementara kendaraan bermuatan berat masih bisa melintas, hanya perlu kehati-hatian. Tadi dari Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR pun sudah mengecek langsung ke sini. Mudah-mudahan besok atau lusa cepat terealisasi ada tindakan, supaya jalur ini bisa digunakan kembali," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, kondisi jembatan amblas yang berada di Jalan Raya Sambas-Bengkayang, tepatnya di Desa Sabung, Kecamatan Subah, ternyata kondisinya cukup parah.

Pantauan tribunsambas.co.id pada Rabu (30/5/2018) dini hari, sebagian tanah yang menjadi pondasi jembatan sudah tergerus air aliran Sungai Sabung Baramas.

Terlihat lubang menganga selebar sekitar 60 cm dengan panjang sekitar 2 meter membelah jembatan.

Baca: Ketua PKK Singkawang Dukung BBPOM Sidak Uji Sampling Makanan

Hanya sebelah jalur jembatan yang terlihat tidak amblas, namun sudah ada aspal yang terbelah.

Aspal yang sudah terbelah ini, kondisi tanah pondasinya juga mulai tergerus air. Sehingga jembatan ini nyaris putus, untuk itu perlu diberi alas papan dan kayu untuk memperkokoh sementara, agar jalur jembatan tersebut masih tetap dapat dilintasi kendaraan.

Selain itu, untuk memberikan peringatan kepada pengendara yang melintas, telah terpasang Water Barrier, yang dipasang oleh Satlantas Polres Sambas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved