Ketua LPKL Minta Tindak Tegas Swalayan Kerap Kedapatan Barang Tak Layak Konsumsi

Jika mereka tak teliti dan bisa saja ada yang lepas dari pengawasan sehingga ditemukan yang kadaluarsa dan sebagainya.

Ketua LPKL Minta Tindak Tegas Swalayan Kerap Kedapatan Barang Tak Layak Konsumsi
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Ketua LPKL Kalbar, Burhanuddin Haris

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Ketua Lembaga Pemberdayaan Konsumen dan Lingkungan (LPKL) Kalbar,  Burhanuddin Harris  meminta instansi terkait menindak tegas swalayan yang masih kedapatan menjual barang pangan tidak layak konsumsi.

Saya melihat ada dua kemungkinan apabila masih saja ditemukan swalayan atau supermarket sejenisnya masih menjual barang yang tak layak dikonsumsi dan dapat membahayakan konsumen, pertama mungkin human error dan kedua mungkin aja ada unsur kesengajaan.

Baca: Ngaji Bonus Pertalite, Pabali Musa: Ibadah Tetap Diniatkan Karena Allah SWT

Seperti halnya yang ditemukan tim dari BBPOM, Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak yang masih menemukan susu bubuk kadaluarsa yang dijual oleh swalayan.

Baca: BEGINI Jadinya Jika Bayi Lahir di Pulau Terlarang yang Sangat Indah, Mereka Diusir Pemerintah

Hal itu bisa saja karena kealpaan mereka dalam pengawasan, karenakan swalayan maypun toko mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap produk yang mereka jual.

Jika mereka tak teliti dan bisa saja ada yang lepas dari pengawasan sehingga ditemukan yang kadaluarsa dan sebagainya.

Tapi tidak menutup kemungkinam seandainya mereka masih menjual barang kadaluarsa ini disengaja atau unsur kesengajaan.

Makanya butuh pengawasan dari pihak pemerintah dalam hal ini, BBPOM, Diskumdag dan LSM yang konsen terhadap perlindungan konsumen.

Pengawasan pertama memang harus dari pelaku usahanya. Meskipun kecil sekali ada unsur kesengajaan dari mereka untuk menjual barang kadaluarsa. Kita juga melihat barang yang diawasi banyak, tapi kalau kelalaian memang bisa terjadi.

Tentunya saya berharap pada pihak pedagang, khususnya di Pontianak jangan memperdagangkan barang yang sudah kadaluarsa, karena itu bisa disanksi UU Perlindungan Konsumen nomor 8 tahun 1999. Jadi mereka harus bisa melakukan ketelitian terhadap barang yang dijual.

Kemudian saya berharap instansi terkait lebih sering melakukan pengawasan, agar masyarakat kita terhindar dari produk tak layak komsumsi.

Ini bukan kasus baru jika masih dijual barang kadaluarsa, kalau mereka sering melakukan pelanggaran saya berharap BBPOM maupun Dinas Perdagangan dapat mengambil tindakan tegas agar ada sok terapi, sehingga tak lagi menjual barang tak layak konsumsi itu.

Saya melihat, kalau konsumen dialam kota ini sudah cerdas, tak sedikit ada pelaku usaha nakal dimana barang yang mau kadaluarsa dibawa didaerah.

Didaerah masyarakat dengan informasi yang kurang asal barang ada saja dan tidak sedetail konsumen yang ada di kota. Beberapa barang tiga bulan sebelum kadaluarsa harus ditarik, maka inilah yang biasa dibawa didaerah.

Konsumen daerah kurang informasi jadi sangat perlu dilakukan sosialisasi, jika do kota saya rasa sudah cukup cerdas dan informasi nya cukup.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved