Sidang ke-13 Alkes RSUD SSMA Tahun 2012 Ditunda Pekan Depan

Penasehat Hukum Sugito dan Suhadi, Muhammad Mauludin mengatakan sidang terpaksa ditunda pada Selasa (22/5/2018) mendatang.

Sidang ke-13 Alkes RSUD SSMA Tahun 2012 Ditunda Pekan Depan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan tersangka kasus korupsi Alkes RS Sultan Syarif Mohammad Alkadrie di Pengadilan Tipikor Pontianak, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (8/5/2018) siang. Tiga orang tersangka yaitu Yekti, Sugito, dan Suhadi dicecar pertanyaan secara marathon oleh majelis hakim. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terpaksa menunda sidang ketigabelas berkas perkara dugaan tipikor pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012 di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Selasa (15/5/2018).

Sidang beragenda pembacaan tuntutan ditunda lantaran Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (JPU Kejati) Kalbar belum bisa menyelesaikan tuntutan yang akan dibacakan kepada tiga terdakwa yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yekti Kusumawati, Pemilik PT Bina Karya Sarana sekaligus Direktur PT Mitra Bina Medika Suhadi dan Direktur Utama PT Bina Karya Sarana Sugito.

Seperti diketahui, perkara ini diduga merugikan negara sekitar Rp 13.419.616.000 dari pagu anggaran Rp 35 Milyar berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Penasehat Hukum Sugito dan Suhadi, Muhammad Mauludin mengatakan sidang terpaksa ditunda pada Selasa (22/5/2018) mendatang.

“Sidang ditunda minggu depan,” katanya.

Baca: Pawai Obor di Pontianak, Umat Muslim Padati Masjid Raya Mujahidin

Ia mengatakan sidang ditunda karena JPU tidak bisa menyelesaikan tuntutan bagi terdakwa dalam tenggat waktu seminggu pasca sidang keduabelas sebelumnya.

“Tuntutan belum selesai dibuat JPU,” terangnya.

Pengacara yang akrab disapa Ayah ini mengatakan pada prinsipnya, ia menghormati penundaan ini. Kendati demikian, ia berharap agar tuntutan segera bisa diselesaikan dan rangkaian sidang perkara ini bisa berlanjut sesuai jadwal.

“Kami menghormati penundaan dari Yang Mulia Majelis Hakim. Kami dan klien sudah mempersiapkan diri untuk mendengar tuntutan JPU,” tandasnya.

Sebelumnya, sidang keduabelas sudah digelar pada Rabu (8/5/2018) lalu. Sidang keduabelas beragenda pemeriksaan ketiga terdakwa. Satu diantara terdakwa yakni Suhadi menunaikan janjinya membuka siapa saja oknum yang menikmati aliran dana dugaan korupsi proyek itu.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved