Ledakan Bom di Surabaya
Terungkap, Keanehan Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya
Pihak keluarga sangat syok mendengar kabar ini. Keluarga tidak menduga Puji beserta anak-anaknya harus berakhir seperti ini.
Informasi soal Dita hanya diketahui dari cerita para tetangga.
Adi, misalnya, tahu bahwa orang tua dari satu di antara pasangan istri itu berasal dari Banyuwangi.
Tapi ia tak tahu detail tentang latar belakang lain dari mereka.
Di luar itu, Adi mengenal Dita sebagai orang yang baik.
Tak tampak ada perilaku radikal darinya, juga keluarganya.
Meski tak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar dua tahun terakhir, ia menunjukkan gelagat yang baik setiap kali keluar rumah.
"Jarang ketemu. Kalau ada kumpul-kumpul RT, dia tak pernah datang," ungkapnya.
Perilaku serupa juga ditunjukkan istri dan anak-anaknya.
Menurut Adi, sejak dulu, istri dan anak-anaknya tidak pernah berkumpul dengan warga sekitar.
"Rumah itu tidak ada tenggangganya yang pernah masuk. Dia kalau ke rumah saya, saya persilakan. Tapi dia tidak pernah (mengajak orang ke rumahnya)," tutur dia.
Pernah suatu ketika Adi punya perlu dengan Dita.
Ia pun mendatangi rumahnya, tapi rumah selalu dalam keadaan terkunci.
Ketika banyak yang penasaran bagaimana cara Dita mengajak anak dan istrinya menjadi pelaku?
Dilansir dari laman Facebook sang istri, ternyata Dita terlebih dahulu memberikan doktrin kepada istrinya.
Hal itu terlihat dari beberapa postingan istrinya soal kehidupan setelah mati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ledakan-bom-di-surabaya_20180514_160354.jpg)