PLN Klaim Sekadau Daerah Pertama Capai 100 Persen Listrik Prabayar
Menurutnya, dengan bertambahnya beban kerja dan SDM yang terbatas dengan adanya migrasi listrik, yaitu untuk menjawab hal itu.
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kabupaten Sekadau menjadi daerah pertama di Kalbar dalam hal pencapaian. 100 persen listrik prabayar.
Hal itu diungkapkan oleh General Manager (GM) PLN Wilayah Kalbar Richard Safkaur pada pembukaan Selebrasi Kabupaten Sekadau 100 persen Listrik Prabayar digelar di Terminal Lawang Kuari Sekadau Hilir, Senin (23/4).
Ia pun mengapresiasi Pemkab dan masyarakat Sekadau, yang telah berpartisipasi dalam hal pencapaian tersebut.
Baca: Di Sekadau Hilir, Masyarakat Keluhkan Jalan Rusak Pada Cagub Sutarmidji
“Sekadau kabupaten pertama di Kalbar telah mencapai 100 persen listrik prabayar. Apalagi Sekadau ini termasuk daerah otonomi baru,” ujar Richard.
Richrad menuturkan, khusus kelistrikan di Kabupaten Sekadau layanannya melalui PLTD. PLN, kata dia, sudah memiliki roadmap target 2019–2020 transmisi dikembangkan mulai dari Tayan, Sanggau, Sekadau dan daerah lainnya.
Baca: GOW Sekadau Gelar Peringatan Hari Kartini
“Tentunya keterjangkauan layanan PLN semakin jauh. Rasio elektrifikasi baru 71 persen, artinya masih ada 29 persen lagi.Nah, ini adalah tugas negara untuk melistrikinya,” ucapnya.
Menurutnya, dengan bertambahnya beban kerja dan SDM yang terbatas dengan adanya migrasi listrik, yaitu untuk menjawab hal itu.
Paling tidak, kata Richard, untuk mengurangi beban kerja PLN.
“Kami hadir bentuk apresisasi kepada pegawai PLN dan pemangku kepentingan di Kabupaten Sekadau. Ini salah satu program yang dikerjakan 2018. Sehingga, kedepan kami bisa melakukan perbaikan kerja, seperti perbaikan jaringan dan lainnya,” tuturnya.
Bupati Sekadau Rupinus, juga mengapresiasi PLN yang sudah melaksanakan program migrasi listrik. Ia mengatakan, jika dulu listrik dipakai baru dibayar saat ini dibayar dulu baru dipakai.
“Tentu kami berharap kepada PLN terutama untuk pelayanannya. Padam-padam itu dikurangi,” katanya singkat.
Sementara itu, Manager PLN Area Sanggau, Didi Kurniawan Abuhari mengatakan, program migrasi listrik masif dilakukan akhir 2017 lalu. Ia mengatakan, Maret migrasi listrik sudah mencapai 100 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pukul-gong_20180423_175625.jpg)