Softlens Anti Buta Warna Sampai Jas Bedah Anti Noda, Deretan Karya Inovatif Muhammad Nur Taufiq

Keberadaannya, bahkan diakui dunia internasional lewat berbagai event - event besar yang berhasil dimenangkan.

Penulis: Ishak | Editor: Madrosid
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Ketua LPP MYRSA FK Untan, Muhammad Nur Taufiq (20), bersama Professor Kamata Oishiwa dari Jepang, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hadirnya karya-karya inovatif di bidang medis menjadi warna tersendiri di Lembaga Penelitian dan Pengkajian Miracle Young Researchcer Asociation Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (LPP MYRSA FK Untan) beberapa tahun terakhir.

Keberadaannya, bahkan diakui dunia internasional lewat berbagai event - event besar yang berhasil dimenangkan.

Satu di antaranya yang cukup membanggakan adalah keberhasilan perwakilan LPP MYRSA FK Untan menjadi juara 2 di ajang International Exebition for Young Inventor (IEYI) di Taiwan, 2015 silam.

Baca: Dorong Perkembangan Startup Digital di Pontianak, Widya Dharma-KIBAR Tandatangani MoU

Dalam event tersebut, karya yang ditampilkan adalah softlens anti buta warna, yang bisa membuat penderita buta warna dapat melihat objek dengan pencitraan warna selayaknya mata normal.

"Itu momen yang sangat berkesan. Apalagi lensa anti buta warna itu adalah karya saya sendiri," tutur Ketua LPP MYRSA FK Untan, Muhammad Nur Taufiq (20), Sabtu (21/04/2018).

Ia mengungkapkan, lahirnya berbagai inovasi di bidang medis tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Melainkan hasil dari sebuah ikhtiar yang dilakukan pihaknya di LPP MYRSA sendiri.

Inovasi semacam inipun jadi aspek yang benar-benar didorong di organisasi intra kampus yang berfokus di bidang karya ilmiah itu. Ada sebuah bidang khusus bernama ID (Internal Discussion) yang disiapkan menaungi penelitian-penelitian inovatif itu.

Dari sini, lahirlah berbagai karya spektakuler. Alat pendeteksi boraks, lalu ada pula baju anti noda yang bisa langsung bersih saat terpapar noda apapun.

Senyawa titanium oksida yang digunakan pada baju, menghambat noda masuk ke celah pori-pori baju. "Baju ini sedang kami kembangkan untuk menjadi  baju operasi dokter," lanjutnya.

Baju anti noda karyanya inipun bisa menjadi solusi beberapa permasalahan medis yang ada saat ini. Khususnya di Kalbar, di mana tenaga medis spesialis bedah yang tersedia, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah pasien yang harus ditangani. 

"Baju ini bisa sangat membantu. Sebab setelah operasi, bisa digunakan kembali tanpa perlu waktu untuk dibersihkan terlebih dahulu," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved