Gaduh Soal Sulit UNBK

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) mengusulkan agar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dihapus.

Penulis: Ahmad Suroso | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmadji didampingi Pjs Wali Kota Pontianak, Dra.Mahmudah dan Kepala SMA Negeri I Pontianak usai meninjau siswa-siswi yang sedang melaksanakan UNBK di SMA Negeri I Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (11/4/2018) pagi. Dikatakan Dodi, Kedatangan mereka merupakan bentuk dukungan dan motivasi kepada siswa-siswi yang sedang melaksanakan UNBK, karena masa depan bangsa Indonesia tergantung pada anak-anak muda,khususnya yang sedang melaksanakan ujian tersebut. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

UNBK kali ini punya banyak permasalahan dari hal yang kurang hingga adanya pencurian laptop.

KPAI juga akan mendorong Kemendikbud untuk sarana prasarana dan kualitas guru yang harus ditingkatkan.

Ia juga menduga adanya malapraktik evaluasi yang menimbulkan ketidakadilan bagi peserta UNBK SMA.

Sebab, ada dugaan malapraktik evaluasi yang menimbulkan ketidakadilan bagi anak-anak peserta UNBK SMA.

Retno menduga adanya malapraktik evaluasi karena sejumlah soal terindikasi sulit dipahami oleh siswa karena materinya belum pernah diajarkan di kelas.

Siswa tidak memahami soal itu karena soal itu tidak mengukur kemampuan siswa terkait materi yang dipelajari artinya validitas soal bermasalah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui, pemerintah membuat soal UNBK 2018 lebih sulit dari sebelumnya.

Namun, pemerintah bukan tanpa alasan memutuskan untuk membuat soal UNBK yang lebih sulit.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mulai menerapkan standar internasional, baik itu untuk matematika, literasi maupun untuk ilmu pengetahun alam yaitu yang disebut dengan HOTS.

HOTS adalah singkatan dari high order thinking skills. Pemerintah mengharapkan para siswa mencapai berbagai kompetensi dengan penerapan HOTS.

Kompetensi tersebut yaitu berpikir kritis (criticial thinking), kreatif dan inovasi (creativity and innovation), kemampuan berkomunikasi (communication skill), kemampuan bekerja sama (collaboration) dan kepercayaan diri (confidence).

Di Kalbar sendiri saat pelaksaan UNBK sejumlah kendala juga dialami.

Kendala yang paling dirasakan adalah minimnya sarana dan prasarana untuk UNBK seperti komputer, listrik, dan internet.

Sejumlah sekolah terpaksa gabung di sekolah lain yang sarana dan prasarananya lebih memadai.

Bahkan ada sekolah dari pulau terluar dan daerah pedalaman terpaksa menginap di kota agar bisa ikut UNBK.

Memang pemerintah harus mengevaluasi pelaksanaan UNBK tahun ini dan selanjutnya melakukan perbaikan-perbaikan. *

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved