Pilkada Kalbar

Kapolres Landak Sebut Ada 4 Indikator Rawan Konflik Dalam Pilkada

Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio menerangkan, ada empat Indikator rawan konflik saat pelaksanaan Pilkada di Kalbar

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Madrosid
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI
Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio saat membuka rapat lintas sektoral pada Senin (9/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio menerangkan, ada empat Indikator rawan konflik saat pelaksanaan Pilkada di Kalbar yang mesti diantisipasi bersama dan menciptakan situasi kondusif.

Pertama, Kalbar memiliki sejarah panjang tentang konflik, permasalahan ada data pemilih ganda, adanaya pemilih potensial non KTP Elektoknik yang belum masuk dalam DPS, dan media sosial yang tidak bertanggungjawab.

Maka dari itu menurut Kapolres, untuk menjaga situasi agar tetap kondusif adalah tanggungjawab kita bersama. Harus saling membantu dan mendukung, agar Pilgub dapat berjalan aman, damai dan demokratis.

Baca: Indomaret Hybrid Gajah Mada Launching Point Cafe

"Agar mewujudkan itu, sehingga kita undang semua pihak untuk menyatukan persepsi dan menyatukan harapan untuk Pilkada damai khususnya di Landak. Melalui Forum Landak bersatu yang akam kita bentuk," ujar Kapolres saat Rapat Lintas Sektoral pada Senin (9/4/2018).

Diakui Bowo, tahapan kampanye sudah berjalan dan Polres Landak melibatkan 217 personil yang dibantu juga dari TNI. "Kita harap kita semua berpikir untuk menciptakan damai di Landak. Maka disisa waktu yang tersisa ini, kita bersama-sama mendukung," harapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved