Seorang Jurnalis Tewas Ditembak Saat Liput Unjuk Rasa
Saudaraku yang terkasih, batu ku, hatiku, Yaser adalah seorang martir, Insha Allah, terima kasih Tuhan, atas nasibnya
Dalam sejumlah foto menunjukkan bahwa ia dibawa dengan tandu ke rumah sakit sebelum menjalani operasi dan dinyatakan tewas.
'Kejahatan terhadap jurnalis Palestina'
Adik laki-laki Yaser, Hamza, mengungkapkan rasa sakitnya di media sosialnya dengan sejumlah kata sederhana.
"Saudaraku yang terkasih, batu ku, hatiku, Yaser adalah seorang martir, Insha Allah, terima kasih Tuhan, atas nasibnya," tulis Hamza di akun Facebooknya.
Jumat merupakan hari yang berdarah bagi para wartawan di Gaza, bersamaan dengan penembakan yang dialami Yaser.
Enam wartawan lainnya juga terluka oleh Israel, selama tugas peliputan yang dilakukan terkait protes di perbatasan.
Organisasi persatuan Jurnalis Palestina 'The Palestinian Journalists Syndicate' memberikan penghargaan kepada Yaser dan menggambarkan penargetan yang dilakukan Israel terhadap tujuh wartawan itu sebagai 'tekad tentara Israel yang akan terus melakukan kejahatan yang disengaja terhadap jurnalis Palestina'.
Yaser mewakili kisah generasi Palestina di Gaza yang memiliki harapan yang tampak sangat sederhana.
'Mereka bermimpi untuk hidup normal, sama seperti orang lain, mereka bermimpi bisa bepergian ke luar Jalur Gaza, tempat yang mewakili mereka semua untuk mengetahui seperti apa itu dunia'.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Yaser Murtaja, Jurnalis Palestina yang Tewas Ditembak Tentara Israel Dikenal Ramah