Intervensi Langsung Merupakan Upaya Pemerintah Entaskan Stunting

Di Kalbar, Kabupaten Ketapang menjadi satu diantara dari 100 kabupaten yang mendapat intervensi pemerintah.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kalbar, Yulsius Jualang 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Yulsius Jualang mengatakan intervensi langsung memang jadi upaya pemerintah dalam mengentaskan kasus stunting di Indonesia.

 “Intervensi langsung memang program Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten dan kota. Khususnya bagi sembilan provinsi, 100 kabupaten dan 1.000 desa,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Minggu (1/4/2018).

Baca: Irjen Kemenkes RI Akui Tingkat Asupan Gizi di Indonesia Masih Sangat Rendah

Di Kalbar, Kabupaten Ketapang menjadi satu diantara dari 100 kabupaten yang mendapat intervensi pemerintah. Saat ini, pemerintah sedang berupaya agar kasus-kasus stunting bisa tertangani di daerah-daerah masuk kategori atensi khusus.

 “Kita berharap angka stunting terus menurun dari masa ke masa. Di Kalbar, kasus stunting menurun sebesar 1 persen dari tahun 2016-2017. Tahun 2017 itu angkanya 28,2 persen. Tahun 2016 itu hampir mencapai 30 persen,” terangnya.

 Ia menambahkan satu diantara pencegahan stunting adalah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS. Selain GERMAS, pihaknya juga terus getol lakukan upaya pencegahan stunting.

 Baca: Diskes Kalbar Tegaskan Fokus Pencegahan Stunting Lewat 1.000 HPK

“Pencegahan melalui intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” imbuhnya.

Upaya cegah stunting dilakukan sejak calon bayi masih di dalam kandungan rahim sang ibu hingga lahir dan mencapai usia tiga tahun. Menurut dia, program 1.000 HPK adalah kesempatan emas memperbaiki gizi anak dan cegah stunting.

“1.000 HPK harus dioptimalkan dan dikawal. Dengan program ini, pertumbuhan dan perkembangan anak bisa terus terpantau. Pemantauan status gizi di wilayah Kalbar mendapat dukungan pihak ketiga. Kami memperkuat program intervensi 1.000 HPK. Sejauh ini, program berjalan dengan baik dalam upaya mengatasi stunting,” tandasnya..

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved