Pesan Jumat Agung, Daniel Djohan: Pemimpin itu Menghargai dan Melayani

Menurutnya Indonesia adalah contoh harmoni perbedaan yang menjadi rujukan negara lain didunia

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Politisi PKB dan Anggota DPRRI Dapil Kalbar,  Daniel Djohan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak,  Syahroni 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Begitu banyak pelajaran kemanusiaan yang bisa didapatkan dari peringatan Paskah, banyak  pula tauladan yang  dapat dipetik setiap  insan manusia.  Hal inilah menurut Daniel Djohan jika hari Paskah atau Jumat Agung dinilainya sebagai bentuk keberagaman di Indonesia agar tetap terjalin kerukunan. 

Menurutnya  Indonesia adalah contoh harmoni perbedaan yang menjadi rujukan negara lain di dunia.

Politisi  PKB yang menjadi  wakil rakyat Kalbar di Kursi Parlemen ini mempunyai  pandangan bahwa dengan Paskah ini menjadi pesan kuat untuk dirinya  kalau memimpin  adalah menghargai dan melayani bahkan menderita. 

"Bagi saya, ini memberi pesan kuat bahwa memimpin adalah menghargai dan melayani, bahkan menderita," ujar Daniel DPR RI Dapil Kalbar saat menyampaikan Pesan Paskah PKB,  berdasarkan  rilis yang diterima,  Jumat (30/3/2018).

Secara pribadi, Daniel menurut hal  jika Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau kerab disapa, Cak Imin juga ikut memberikan ucapan selamat Hari Paskah untuk umat Kristiani.
Hari saat perjamuan Yesus tersebut jadi momentum perbaikan diri. 

"Bagi saudara-saudaraku terkasih umat Kristiani, selamat menjalani perayaan Trihari Suci yang dimulai hari ini Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah. Semoga hari-hari penting ini menjadi momen introspeksi menuju pribadi yang melayani sesama manusia. Sekali lagi selamat untuk umat Kristen dan Katolik di seluruh penjuru Indonesia," jelas Cak Imin dalam Twitternya.

"Saya yakin kalian semua 100% Kristiani dan 100% Indonesia. Seperti juga saya, 100% Islam dan 100% Indonesia," lanjut Cak Imin. 

"Kita bangun Indonesia yang kuat dari keberagaman sebagai takdir kita, agar menjadi mosaik indah dan contoh bagi dunia semesta. Semoga damai kita selalu di bumi dan di akhirat," imbuhnya.

Daniel juga menuturkan bahwa sosok Yesus sendiri sebenarnya teladan ideal untuk seorang pemimpin. Menurutnya, pemimpin yang dibutuhkan yakni sosok yang sampai rela menderita untuk orang lain. 

(Baca: Berhenti di Lima Besar, Ghea Janji Bawa Nama Baik Kota Singkawang )

"Yesus menunjukkan dirinya sebagai sosok pemimpin lembut yang rendah hati. Ia membasuh kaki murid-muridnya dan mendoakan mereka. Bagi saya, ini memberi pesan kuat bahwa memimpin adalah menghargai dan melayani, bahkan menderita," jelas Daniel. 

"Perjamuan itu berlangsung sangat sederhana. Yesus membelah roti lalu membagi-bagikannya. Lalu mengucap syukur. Bahkan yang sedikit pun tetap dibagi dan itu disyukuri. Sering sekali, kita kerap lupa berbagi, lebih sering lagi lupa bersyukur, karena yang didapat selalu terasa kurang," katanya lagi. 

Lanjut dia, keteladanan ini pula yang bisa ditemukan pada sosok seperti Nabi Muhammad. Keduanya, sepatutnya jadi sumber inspirasi. 

"Perjamuan terakhir saat Kamis Putih hingga Minggu Paskah mengingatkan kita bahwa nabi dan Rasul di bumi ini adalah mereka yang dipilih Allah dari kalangan orang kebanyakan yang miskin. Mereka menjadi sumber inspirasi bagi warga yang sama-sama miskin, untuk percaya kepada Tuhan, untuk hidup dengan baik," ungkap Daniel.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved