Wow, Perhari Permintaan Roti Gembong Minimal 800 Buah
Namun siapa sangka sebelum melihat peluang emas ini, Reni mengaku tertarik melirik bisnis roti berawal dari sakit hati mengantre.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hadir dengan dua cabang di Kota Pontianak, Roti Gembong Kota Raja yang hadir November 2017 lalu di Danau Sentarum disusul Cabang Sungai Raya Dalam semakin dekat dengan konsumen. Owner Roti Gembong Pontianak, Reni Mahrita mengaku perhari permintaan roti lembut per cabang dengan berbagai varian minimal 800 buah per hari.
"Biasanya produksi minimal 800 buah, baik dilayani langsung maupun orderan melalui Gojek. Ada yang luar biasa membuka jasa titip, rela antre khusus untuk para customer. Sekali order pesannanya 35 buah. Jadi selain lezat juga membuka peluang untuk orang lain," ujar Reni saat grand opening Cabang Sungai Raya Dalam, Jumat (23/3/2018).
Baca: Asyikkk, Gerai Roti Gembong Bisa Dijumpai di Sungai Raya Dalam
Ingin Inspirasi Perempuan
Melihat minat yang tinggi, sebelum resign dan dapat uang pesangon Reni mengaku sudah menemui management Roti Gembong di Balikpapan. Ia yang mengambil pensiun dini September lalu dari jabatan Human Capital Manager di PT Sinar Niaga Garuda Food Group penempatan di Balikpapan pun membuka Roti Gembong pertama di Kota Pontianak.
Namun siapa sangka sebelum melihat peluang emas ini, Reni mengaku tertarik melirik bisnis roti berawal dari sakit hati mengantre.
Baca: Testi Roti Gembong Dari Ustad Kondang Sandiawa
Latar belakang tersebut membawanya menggeluti bisnis roti yang tak pernah sepi. Sebenarnya semua berawal dari sakit hati.
Selain itu saya juga sering bawa sebagai oleh-oleh jadi tau kualitasnya, saya juga sudah ngomong sama suami bahwa suatu saat saya akan membuka," ujar warga asli Pontianak yang beralamat di Jalan Dr Wahidin.
Baca: Testi Roti Gembong, Apa Kata Dua Perempuan Ini
Reni mengaku ingin menginspirasi ibu-ibu bahwa sekecil apa pun yang kita buat bisa menjadi besar.
"Apalagi kita berbuat besar pasti jadi lebih besar. Makanya saya berani resign tanpa memandang untung rugi karena sering membawa roti gembong untuk oleh-oleh. Rotinya enak dan terjangkau, Pontianak juga punya basic ada roti blodar. Ibu saya dulu selain menyiapkan makanan berat, roti selalu ada," ujarnya.
Ia pun tak mau dianggap hebat karena awal membuka roti gembong karena punya sejarah tersendiri.
Bertugas di Balikpapan selama 1,9 tahun dan sekitar setahun menjadi customer setia Roti Gembong, Reni menceritakan sakit hati karena pesan roti gembong jam 07.00 ambil jam 09.00.
"Dulu keluar kos-kosan ada jual Roti Gembong. Gara-gara ngantre panjang saya nongkrong di sebelah beli Mpek-Mpek Rp56 ribu, itu yang membuat saya sakit hati," ungkapnya.
Lebih dari itu, Reni berkeinginan mensejahterakan karyawan serta membuka lapangan kerja di daerahnya.
"Misi saya tidak hanya melihat untung rugi, tapi sayang kalau ini tidak ditumbuh kembangkan. Saya ingin mengubah hidup 22 tahun menjadi karyawan, menjadi pembuka lapangan kerja. Saya hanya menjalankan amanah, saya juga melihat managementnya baik tidak hanya mengedepankan bisnis tapi juga sosial," ujarnya.