Youngster
Sampaikan Pesan Moral yang Mulai Luntur Lewat Film
film tersebut diceritakan seorang anak piatu yang berangkat remaja, mendapat pesan dari ayahnya tentang nilai-nilai lama.
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Tri Pandito Wibowo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Penulis script Buah Masa Depan, Amrin Zuraidi Rawansyah menuturkan, sebagai rekan kerja ia menilai Offatehlom adalah sekumpulan anak muda yang luar biasa. Mereka, kata dia, berbekal niat baik, doa, hasrat karya dan perut yang tahan lapar.
"Saya pribadi yang pernah terlibat dalam Pontien, mengamati dan merasakan para profesional film bekerja, saya menilai anak-anak muda kita pun tak kalah soal militansi karya," ujarnya kepada Tribun.
Sebagai penulis script, ia sedikit menceritakan tentang film pendek Buah Masa Depan. Dimana pada film tersebut diceritakan seorang anak piatu yang berangkat remaja, mendapat pesan dari ayahnya tentang nilai-nilai lama.
Pesan-pesan tentang belajar, penggunaan teknologi dan termasuk menceritakan bagaimana orang jaman dahulu menempuh proses yang tidak mudah untuk mendewasa dan menikah. Tiap orang wajib memiliki keterampilan hidup.
Di sisi lain, sebagaimana layaknya remaja, si tokoh pun mulai tertarik dengan lawan jenis yang kebetulan satu kelas.
Suatu hari, si tokoh mendapatkan Buah Masa Depan. Ia kemudian meminta ayahnya mengajari menangani Buah Masa Depan itu.
"Dalam Buah Masa Depan, lewat dialog dan bahasa film, diungkap juga aneka permasalahan sosial tentang nilai kejujuran dan lain-lain hingga soal ilegal logging dan kesadaran jati diri sebagai warga yang cinta tanah air. Sebagai penulis script, tesis utama yang mau disampaikan adalah bahwa dalam transformasi nilai-nilai antar generasi, yang wajib dipenuhi adalah saling memahami bahasa dan tanggung jawab tiap generasi yang memiliki kekhasan," sambungnya.
Sebagai orang tua, kita diajak tak bisa serta merta mengklaim diri sebagai angkatan terbaik dan angkatan berikutnya lemah, dan sebagainya.
Sedangkan generasi tua wajib memahami bahasa angkatan sendiri dan bahasa serta tantangan generasi saat ini atau lebih sering disebut generasi now, demikian juga sebaliknya.
"Dalam bahasa lain, tesis utama script Buah Masa Depan adalah kita harus berani memeriksa nilai-nilai lama maupun baru. Tak semua ide-ide masa lalu jelek dan usang. Tapi tak semua ide-ide masa lalu itu bagus dan cocok dengan kekinian. Demikian juga ide-ide baru. Tak semua gagasan-gagasan kekinian itu bagus. Tapi, pun tak semua gagasan-gagasan baru itu jelek dan merusak," pungkasnya.
Yuk! Follow Akun Instagram @tribunpontianak Berikut Ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/offatehlom_20180323_094609.jpg)