Lantamal XII Pontianak Ajak Tanam Mangrove Cegah Abrasi dan Global Warming
Kegiatan yang di laksanakan dalam rangka menjaga ekosistem dan mencegah abrasi diwilayah Pantai dan mengantisipasi pemanasan global warming
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sekitar 3500 bibit pohon bakau (mangrove) di tanam oleh Prajurit TNI AL bersama pemuda Organisasi Mempawah Mangrove Conservation, PMI mempawah, Lion, Mahasiswa IAIN Pontianak serta Pramuka Saka Bahari pada Minggu (18/3) di Desa Pasir kec Mempawah Hilir.
Kegiatan yang di laksanakan dalam rangka menjaga ekosistem dan mencegah abrasi diwilayah Pantai dan mengantisipasi pemanasan global warming.
Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Lantamal XII dan Yonmarhanlan XII bekerja sama dengan Organisasi Mempawah Mangrove Conservation, PMI mempawah, Lion, IAIN Kalbar serta Pramuka Saka Bahari dalam melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon mangrove sebanyak 3500 pohon di Desa Pasir Mempawah Kalimantan Barat.
Baca: Hutan Mangrove Jadi Peluang Ekowisata
Kepala Dinas Penerangan Lantamal XII Pontianak Mayor Laut (E) Irawan Tribudiono menuturkan pohon bakau merupakan jenis tanaman dengan sistem perakaran yang kompleks, rapat, dan lebat, sehingga dapat menangkap sisa-sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari bagian daratan.
Irawan juga menuturkan seperti di ketahui Proses itu juga menyebabkan air laut terjaga kebersihannya dan dengan demikian memelihara kehidupan padang lamun (seagrass) dan terumbu karang.
"Salah satu upaya alamiah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah abrasi adalah menanam pohon di sepanjang garis pantai,"ungkap Kadispen Lantamal XII Pontianak pada Senin (19/3)
Lanjutnya Oleh karena itu.Prajurit TNI AL dari Lantamal XII Pontianak mengajak masyarakat setempat untuk membudidayakan dan menanam pohon mangrove guna menjaga ekosistem dan mencegah abrasi di wilayah pantai dan mengantisipasi pemanasan global warming (pemanasan global)
Lebih lanjut, Penanaman pohon mangrove juga diharapkan bisa membawa manfaat bagi para perajin batik di Indonesia, yaitu dengan menggunakan daunnya sebagai salah satu bahan pewarna batik. Kerimbunan hutan mangrove nantinya juga bisa mengundang kedatangan satwa untuk berlindung, mencari makan dan berkembang biak. Mulai dari kepiting raksasa, udang, kerang, ikan, biawak, buaya, tawon sengat, monyet, burung bangau hingga bagi hutan. Selain itu hutan mangrove ini juga nyaman bagi koloni lebah madu.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kadispotmar Lantamal XII Letkol Laut (KH) Drs. Mulyono,Danyonmarhanlan XII Mayor Mar Eko Budi P, Mayor Laut (P) Asep H, Mayor Mar Yuyun Susanto M. Tr (Han), Organisasi Mempawah Mangrove Conservation, PMI mempawah, Lion, Mahasiswa IAIN Pontianak serta Pramuka Saka Bahari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/prajurit-tni-al_20180319_122933.jpg)