Pilgub Kalbar

Karolin Sebut Telah Petakan Permasalahan Masyarakat Pesisir Kubu Raya

Selain itu sarana sosial seperti sekolah dan fasilitas kesehatan juga masih harus menjadi perhatian

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, Karolin Margret Natasa saat melakukan kampanye dialogis didepan masyarakat Desa Padang Tikar Kabupaten Kubu Raya belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Calon Gubernur Kalbar, dr. karolin Margret Natasa mengatakan dirinya telah memetakan beberapa permasalahan yang masih dialami oleh masyarakat yang ada di wilayah perairan Kubu Raya, dimana dari pemetaan masalah tersebut akan menjadi bahan baginya untuk menjalankan program pemerintahan, saat dipercayakan masyarakat Kalbar memimpin provinsi itu.

"Untuk permasalahan yang masih terjadi di daerah pesisir Kubu Raya seperti Batu Ampar, Kubu dan Terentang, itu umumnya sama, dimana masalah infrastruktur masih sangat dibutuhakn oleh masyarakat. Selain itu sarana sosial seperti sekolah dan fasilitas kesehatan juga masih harus menjadi perhatian," kata Karolin di Ngabang, Senin, (19/03/2018) berdasarkan rilis yang diterima.

(Baca: Opick Yakin Almarhumah Istrinya Bersih dari Dosa )

Menurutnya, permasalahan diatas umumnya terjadi juga didaerah terpencil yang ada di Kalbar sehingga program kelanjutan pembangunan yang telah dijalankan pemerintahan sebelumnya, memang harus terus dilanjutkan, agar bisa tetap terarah.
    
"Permasalahan lain yang kita temui adalah ketersiadaan air bersih bagi masyarakat yang juga harus menjadui perhatian utama kita karena air bersih ini jelas menjadi bagian yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat," tuturnya.
    
Untuk daerah terpencil, khususnya di daerah pesisir, ketersediaan air bersih masih menjadi kendala utama masyarakatb yangb harus segera dicarikan solusinya.

(Baca: Terkait Pelayanan Paspor di Imigrasi Sambas, Ini Tanggapan Warga )

Selain itu, saat berkunjung di wilayah pesisir Kubu Raya, ketersediaan gas dan SPBN masih sangat minim hal ini mengakibatkan masyarakat kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan hariannya.
    
Demikian dengan keberadaan SPBN yang masih sangat minim, menyebabkan banyak nelayan yang kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar untuk melaut.
    
"Jika masyarakat mempercayakan kami untuk memimpin Kalbar ke depan, tentu beberapa permasalahan seperti ini akan menajdi atensi bagi kita karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, dimana kita akan meningkatkan komunikasi dengan pertamina untuk memenuhi gas dan bahan bakar untuk masyarakat," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved