Kutipan Stephen Hawking Tentang Jagat Raya yang Fenomenal

jika kita menemukan jawabannya, akan menjadi kemenangan akhir bagi akal manusia, karena kita akan menjadi tahu akal Tuhan

Kutipan Stephen Hawking Tentang Jagat Raya yang Fenomenal
AFP
Stephen Hawking mengalami gravitasi nol dalam sebuah penerbangan dengan Zero G, 26 April 2007. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, INGGRIS - Walau terperangkap di dalam tubuh yang menderita motor neurone disease, atau kondisi yang tidak biasa yang mempengaruhi otak dan saraf, Profesor Stephen Hawking tidak berhenti membantu kita semua untuk memahami jagat raya.
Ahli fisika yang terkenal di seluruh dunia ini meninggal dunia pada usia 76 tahun, mewariskan kutipan-kutipan yang akan selalu diingat penduduk dunia. 

Profesor Hawking, yang pernah tampil dalam seri komedi sains, The Big Bang Theory, hidup di kursi roda dan tidak bisa berbicara namun tetap menyampaikan pikiran-pikirannya dengan menggunakan alat bantu suara.

Beberapa kutipannya yang penting, mulai dari landasan keberadaan jagat raya sampai kelemahan dari menjadi orang tenar. Tentang lubang hitam (black hole), "Einstein salah ketika mengatakan 'Tuhan tidak bermain dadu'. Dengan mempertimbangkan lubang hitam maka Tuhan bukan hanya main dadu namun kadang juga membuat kita bingung dengan melempar lubang-lubang hitam yang tidak bisa dilihat," kata Hawking dalam buku The Nature Of Space And Time, terbit 1996.

Baca: Dunia Sains Berduka, Ahli Fisika Stephen Hawking Tutup Usia

Tentang landasan keberadaan jagat raya, "Jika kita menemukan jawabannya, akan menjadi kemenangan akhir bagi akal manusia, karena kita akan menjadi tahu akal Tuhan," kata Hawking di buku A Brief History Of Time, terbit 1988.

Tentang Tuhan, "Tidak perlu meminta Tuhan agar menyalakan kertas pemicu api untuk menjalankan jagat raya," kata Hawking di buku The Grand Design, terbit 2010. Kutipan ini untuk mendukung argumentasinya bahwa 'karena ada gravitasi, jagat raya bisa dan akan menciptakan dirinya sendiri dari sesuatu yang tidak ada".

Tentang keberhasilan komersial, "Saya ingin buku-buku saya dijual di toko buku-toko buku di bandara," kata Hawking saat wawancara dengan The New York Times, Desember 2004.

Sekilas Stephen Hawking
Pria yang gemar bercanda ini menjadi terkenal sebagai duta besar sains yang selalu berupaya agar karya-karyanya bisa dimengerti oleh khalayak umum.
Bukunya yang berjudul A Brief History of Time tidak diduga menjadi buku laris walau tidak jelas berapa banyak sebenarnya orang yang membacanya sampai habis.

Baca: Pekan Raya Fisika, Siswa Antusias Luncurkan Roket Air

Dia tampil dalam beberapa acara seri TV populer dan suaranya, dengan alat bantu, beberapa kali direkam.
Stephen William Hawking lahir di Oxford pada 8 Januari 1942. Ayahnya, seorang peneliti biologi, pindah ke London bersama ibunya untuk menyelamatkan diri dari pengeboman Jerman.

Tumbuh berkembang di London dan St Albans, dia meraih gelar sarjana fisika dari Universitas Oxford dan melanjutkan penelitian tentang kosmologi di Universitas Cambridge. (bbc)

Editor: Rihard Nelson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved