Buka Rakor Porapar Kalbar di Kayong Utara, Ini Kata  Hildi Hamid

Tentunya dalam rakor ini bertujuan untuk menyampaikan dan mensingkronkan visi misi antara program pusat dan daerah

Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MUHAMMAD FAUZI
Hildi Hamid Buka Kegiatan Rakor Porapar Provinsi Kalimantan Barat 2018 di Kabupaten Kayong Utara, di Aula Bupati, Senin (5/3) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Potianak, Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Bupati Kayong Utara Hildi Hamid buka kegiatan
Rakor Porapar Provinsi Kalimantan Barat 2018 di Kayong Utara. Dengan tema "Kita Tingkatkan Pelayanan Pengembangan Kepemudaan,  Olahraga,  dan Pariwisata di Kalimantan Barat".

Rakor Porapar Provinsi yang merupakan agenda tahunan ini, di tahun 2018, kegiatan tersebut di laksanakan di Kabupaten Kayong Utara. Seluruh perwakilan  se-Kalimantan Barat turut hadir dalam rakor tersebut, juga di hadiri oleh
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata.

Hildi Hamid menyambut baik rakor Porapar Kalbar  2018 di Kayong Utara. Ia juga menegaskan dalam rakornis tersebut merupakan kesempatan masing-masing Kabupaten untuk mengajukan rancangan pariwisata di daerah masing-masing.

(Baca: KPU Mempawah Lantik 27 PPK untuk Pimilu 2019 )

"Inikan agenda tahunan yang di laksanakan oleh disporapar provinsi, seharusnya agenda seperti ini bisa di manfaatkan untuk menyampaikan rancangan wisata di daerah masing-masing" tutur Hildi Hamid usai buka rapat kordinasi di pendopo bupati.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Sapto Hariono menambahkan, bahwa rakor tersebut bertujuan untuk menyamakan vis misi  antara program pusat dengan program daerah,  karena menurutnya, berhasil atau tidaknya Pariwisata tergantung dari Kabupaten/kota  yang memiliki daya tarik dan potensi wisata.

(Baca: Paripurna Molor Hampir Dua Jam Ganggu Jadwal Pjs Wali Kota Mahmudah )

"Tentunya dalam rakor ini bertujuan untuk menyampaikan dan mensingkronkan visi misi antara program pusat dan daerah, nawacita presiden harus di aplikasikan melalui provinsi, dan kabupaten kota, karena yang memiliki daya tarik,dan potensi wisata adalah kabupaten kota," tuturnya.

Dijelaskannya, pemerintah daerah tidak perlu khawatir terhadap dana promosi, jadikan agent-agent masayarakat sebagai agen promosi, termasuk juga media,yang bisa mempromosikan segala destinasi wisata.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved