Liputan Khusus

Paksa 500 Ribu Pelanggan Migrasi, 2018 PLN Terapkan Listrik Prabayar

Penggunaan sistem prabayar akan terbebas dari kesalahan baca dan pencatatan.

Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Rima Deskri Okta Valentina (19) saat mengisi token listrik rumah di satu di antara perumahan di Jalan Sui Raya Dalam, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (3/3/2018) sore. Humas PLN Wilayah Kalbar, Agi Risnandar mengungkapkan menggunakan Listrik Pintar, membuat konsumen dapat mengatur pemakaian sesuai kebutuhan. 

Jumlah pelanggan yang akan dimigrasikan di wilayah Landak mencapai belasan ribu. "Jumlah pelanggan kita itu semuanya ada 32.988. Untuk yang sudah prabayar 13.360 dan yang masih pascabayar 19.628," katanya.

Masyarakat yang enggan beralih dari listrik pascabayar ke prabayar akan diminta mengikuti aturan.

"Listrik itu suatu kebutuhan. Kalau tidak mau ikuti itu, ya berhenti saja jadi pelanggan. Karena itu kebutuhan, berartikan perlu," tegasnya.

Markus Adi menjelaskan, daya minimal yang harus digunakan pelanggan saat pemasangan listrik prabayar dianjurkan 900 VA ke atas.

Markus menjelaskan, dasar PLN melaksanakan migrasi mengikuti perkembangan teknologi terbaru. Sistem pengukuran pemakaian pelanggan akan berubah dari sistem analog ke sistem eletronik.

"Kalau bicara masalah keunggulan, tentu sitem voucher lebih unggul. Karena di situ tidak ada biaya beban, tidak ada pencatatan rutin tiap bulan oleh petugas PLN, tidak ada komplain karena salah catat," bebernya.

Selain itu, lanjutnya, mendidik masyarkat untuk bisa mengatur pemakaian pulsa listrik sesui dengan kebutuhan. "Privasi juga terjaga, karena kita tidak didatanggi petugas PLN untuk nagih tunggakan. Kan malu kalau masih ditagih-tagih," tambahnya.

Markus berharap masyarakat sadar untuk mengikuti program migrasi ini. Sebab, saat ini listrik termasuk kebutuan utama. "Jadi syarat untuk dipasang prabayar itu wajib melunasi tunggakan selama ini atau sisa pemakaian yang belum tertagih (tagihan susulan). Untuk biaya migrasi dalam pemasangan itu tidak ada, kecuali voucher perdana," terangnya.

Ia memastikan sosialisasi ke masyarakat akan dilaksanakan. "Sosialisasi itu perlu, dan kita akan langsung mengajak masyarakat untuk beralih ke prabayar serta menjelaskan kepada masyarakat apa keuntungannya," pungkasnya

Upaya memigrasikan pelanggan juga dilakukan jajaran PT PLN Ranting Putussibau. "Migrasi prabayar merupakan program unggulan PLN tahun 2018, yang dilaksanakan serentak di provinsi Kalimantan Barat, sebagai upaya meningkatkan pelayanan dengan beradaptasi perkembangan teknologi," ujar Manajer PT PLN Ranting Putussibau Dhani Rediansyah.

Program ini, jelasnya, berdasarkan SK General Manajer PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat No 0004.K/GM-WKB/2018 tanggal 2 Januari 2018, tentang Program migrasi pascabayar ke listrik prabayar 100 persen di PT (PLN) Persero Wilayah Kalimantan Barat.

Dhani menjelaskan, migrasi ke sistem prabayar adalah kebutuhan bersama dalam proses transaksi PLN dan pelanggan. Pelanggan akan mendapatkan beberapa kelebihan dengan sistem prabayar antara lain bebas biaya beban, murah, mudah dan aman.

"Jadi pelanggan bebas mengatur pemakaian sendiri, bebas dari risiko salah baca meter, bebas menyesuaikan pengeluaran biaya listrik. Serta murah tanpa biaya beban dan tanpa biaya keterlambatan," ucapnya.

Sedangkan untuk mudah yaitu, karena bisa isi ulang voucher di mana dan kapan saja, offline atau online, tunai maupun nontunai. "Selain itu, kWh prabayar memiliki vitur keamanan yang baik sehingga dapat mendeteksi masalah pada instalasi listrik di rumah pelanggan, dan menampilkan indikator/alarm di kWh meter," paparnya.

Dalam pelaksanaannya, kata Dhani, PLN bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui MoU dan akan bersinergi dalam sosialisasi. "Hal ini akan sejalan dengan program pemerintah daerah, dalam bentuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui Pajak Penerangan Jalan, sehingga pembangunan dapan berjalan semakin pesat," jelasnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved