Berita Foto

Suasana Sidang Lanjutan Pengadaan Alkes Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie

Proyek pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2012 ini menggunakan APBN sebesar Rp 34miliar dan kerugian negara Rp 13, 4 miliar

Suasana Sidang Lanjutan Pengadaan Alkes Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie - sidang-alkes_20180301_003319.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kasus korupsi pengadaan alat kesehatan untuk Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, di PN Tipikor, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (28/2/2018) siang. Proyek pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2012 ini menggunakan APBN sebesar Rp 34miliar, dengan dugaan kerugian negara sebesar Rp 13.419.616.000. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Suasana Sidang Lanjutan Pengadaan Alkes Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie - sidang-alkes_20180301_003350.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Majelis Hakim mencecar Multi Junto Bhatarendro mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dengan berbagai pertanyaan saat sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kasus korupsi pengadaan alat kesehatan untuk Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, di PN Tipikor, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (28/2/2018) siang. Saat ditanya majelis hakim dan jaksa penuntut umum, Multi lebih sering menjawab tidak tahu terkait proyek pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2012 yang menggunakan APBN sebesar Rp 34miliar, dengan dugaan kerugian negara sebesar Rp 13.419.616.000. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Suasana Sidang Lanjutan Pengadaan Alkes Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie - sidang-alkes_20180301_003558.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kasus korupsi pengadaan alat kesehatan untuk Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, di PN Tipikor, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (28/2/2018) siang. Proyek pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2012 ini menggunakan APBN sebesar Rp 34miliar, dengan dugaan kerugian negara sebesar Rp 13.419.616.000. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Suasana Sidang Lanjutan Pengadaan Alkes Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie - sidang-alkes_20180301_003638.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Majelis Hakim mencecar Multi Junto Bhatarendro mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dengan berbagai pertanyaan saat sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kasus korupsi pengadaan alat kesehatan untuk Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, di PN Tipikor, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (28/2/2018) siang. Saat ditanya majelis hakim dan jaksa penuntut umum, Multi lebih sering menjawab tidak tahu terkait proyek pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2012 yang menggunakan APBN sebesar Rp 34miliar, dengan dugaan kerugian negara sebesar Rp 13.419.616.000. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Suasana Sidang Lanjutan Pengadaan Alkes Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie - sidang-alkes_20180301_003721.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kasus korupsi pengadaan alat kesehatan untuk Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, di PN Tipikor, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (28/2/2018) siang. Proyek pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2012 ini menggunakan APBN sebesar Rp 34miliar, dengan dugaan kerugian negara sebesar Rp 13.419.616.000. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI

.

Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved