Kemendes Rancang Program, Berpihak pada Perbatasan Kalbar

Menurutnya, ada beberapa kabupaten yang masuk dalam kabupaten perbatasan di Kalbar yaitu Bengkayang, Sambas, Kapuas Hulu dan Sintang.

TRIBUN PONTIANAK
Direktur Pengembangan Daerah Perbatasan Kemendes PDTT, Endang Supriyani. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi (PMII) Kalbar menggelar dialog interaktif bersama Direktur Pengembangan Daerah Perbatasan Kemendes PDTT, Endang Supriyani, di Aula Asrama Haji, Kota Pontianak, Kamis (22/02/2018) malam.

"Kita mensosialisasikan apa yang telah kami laksanakan program Kementrian Desa PDT dan Transmigrasi khususnya untuk melakukan fasilitasi atau keberpihakan melakukan pembangunan di kawasan perbatasan Kalbar," ujar Endang menjelaskan tujuan dialognya bersama kader PMII.

Baca: Kecelakaan Bus Putussibau-Badau Renggut Dua Nyawa, Ini Nama-nama Korban

Menurutnya, ada beberapa kabupaten yang masuk dalam kabupaten perbatasan di Kalbar yaitu Bengkayang, Sambas, Kapuas Hulu dan Sintang.

Sedangkan Sanggau karena sudah bukan jadi Kabupaten tertinggal bukan menjadi wilayah Kementrian Desa PDT dan Transmigrasi.

Ia pun mengatakan da beberapa kriteria untuk kategori daerah tertinggal yaitu data dari Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu masalah infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM), fiskal dan karakteristik daerah.

Endang menuturkan, untuk di Kalbar tentunya memang pihaknnya melakukan pembangunan yang dilakukan kementrian sendiri dan lintas kementrian lembaga.

Baca: Menhub Janji Beri Kemudahan Para Pengemudi Taksi Online

Dan memang, lanjutnya, ada target mengentaskan daerah tertinggal di 2019.

"Berdasarkan data nasional di RPJM ada 80 Kabupaten, dari 122 harus dientaskan 80 Kabupaten dan itu PR yang berat, anggaranya kecil sehingga koordinasi lintas kementrian lembaga," tuturnya.

Ia mengatakan, yang dilakukan pihaknya karena daerah tertinggal hampir semua sektor infrastruktur, dan ekonominya.

Terutama menekankan melakukan pembangunan didaerah tertinggal.

"Ini tidak mudah, terkadang koordinasi oke di meja dan rapat namun tetap perlu dikawal, kadang-kadang koordinasi itu realisasinya belum tentu, ini pekerjaan tidak mudah," bebernya.

Untuk mendorong agar cepat progres daerah tertinggal itu, tentunya kata dia, pihaknya melakukan pembangunan sendiri.

Baca: Tiga Pria Ini Diciduk Polsek Pontianak Barat, Kasusnya Bikin Geleng Kepala

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved