Muslim Dilarang Tegas Ucapkan Selamat Valentine, Astaga Ini Hukumnya Jika Merayakan

Mungkin maih banyak remaja bahkan orang tua yang masih tak mengetahui apa makna sebenarnya dari Valentine, serta hukumnya bagi umat muslim.

Muslim Dilarang Tegas Ucapkan Selamat Valentine, Astaga Ini Hukumnya Jika Merayakan
The Indian Express

Namun pada abad kelima masehi tepatnya pada tahun 494 M, oleh Paus Glasium I, upacara penyucian itu kemudian ditetapkan sebagai peringatan hari kasih sayang (Valentine’s Day).

Tanggal peringatan diubah menjadi setiap 14 Februari, yaitu tanggal dihukumnya pendeta Santo Valentine’s, karena itulah Paus Glasium I dikenal sebagai pelopor peringatan Valentine’s Day.

Pandangan Islam

Berangkat dari alasan di atas sehingga dapat disimpulkan bahwa: pertama, perayaan tersebut hanyalah untuk mengenang jasa seorang Pendeta.

Selain itu untuk menyembah dan memuja dewa-dewa.

Dengan kata lain bahwa Valentine’s Day adalah salah satu ritual peribadatan non-Muslim, dan apabila kita ikut serta merayakannya berarti adalah menjadi bagian dari mereka.

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.

“Barang siapa menyerupai / mengikuti suatu kaum maka ia termasuk kaum itu”( HR. Abu Daud). Olehnya itu janganlah kita mengikuti tradisi orang non-Muslim tersebut.

Kedua, dalam perayaan Valentine Day banyak pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum-hukum agama Islam, seperti bercampur baurnya (ikhtilat) antara laki-laki dan perempuan bukan mahram, berdansa, minum minuman keras, perempuan tidak memakai pakaian yang sesuai dengan tuntunan agama, bahkan sampai pada perkara membolehkan zina yang sangat jelas-jelas dilarang oleh agama Islam.

Intinya Valentine Day merupakan peringatan yang didalamnya banyak maksiat kepada Allah SWT, jadi pelakunya telah bermaksiat/ menentang perintah Allah SWT.

Sebagai seorang Muslim, yang dalam setiap aktivitasnya dilarang untuk mengikuti cara hidup orang-orang non Muslim dan menjadi wajib untuk hidup berdasarkan tuntunan agama (Al-qur’an dan Hadis), maka menjadi keharusan untuk meninggalkan atau tidak terlibat dalam perayaan Valentine Day karena jelas-jelas merupakan cara hidup/ ibadah non Muslim  yang sangat bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.

Islam melarang dengan tegas perayaan Valentine’s Day, tidak berarti Islam adalah ajaran yang tidak berlinang kasih sayang, justru Islam adalah agama yang menjadikan rasa cinta dan kasih sayang sebagai pilar-pilar membangun ukhuwah bagi pemeluk-pemeluknya.

Dimana saripati manisnya tidak hanya dirasakan oleh umat Islam sendiri, tapi merembesi umat-umat yang lain bahkan kepada seluruh alam semesta.

Islam telah mengatur secara tegas bagaimana kaum Muslimin dalam memilih dan menjalani cinta sejati nan hakiki.   

Sabda Rasulullah SAW: Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. Tidakkah (kalian suka) aku tunjukkan pada perkara, jika kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam diantara kalian! (HR. Muslim)

Dalam hadis yang lain Rasulullah bersabda: “Kecintaanku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena aku, yang saling mengunjungi karena aku, dan yang saling berkorban karena aku”.

Dalil di atas secara tegas lagi jelas menempatkan cinta kepada Allah Dan Rasul-Nya, di atas kecintaan kepada yang lainnya.

Bahkan dengan nada menantang seorang dianggap belum sempurna keimanannya sampai mereka saling mencintai karena Allah SWT.

Hendaknya kecintaan dan rasa kasih sayang seperti inilah yang harus disemaikan dalam hati setiap muslim.

Kecintaan karena dilandasi oleh manisnya iman senantiasa mengejewantah dalam kehidupan.

Pesona cinta yang tidak ternilai oleh harta, tak terukur oleh tahta dan tak bergeming oleh nafsu sesaat.

Inilah cinta sejati lagi hakiki.

Cinta kepada Allah SWT sebagai pemilik cinta sejati.

Cinta kepada Rasulullah SAW sang kekasih hamba yang mendamba surga.

Cinta yang mewujud dalam ketaatan atas segala syariah-Nya, melaksanakan titah, menjauhi larangan-nya.

Maka jadi merugi orang yang tidak bisa menggapainya.

Bergelimang bahagia bagi yang senantiasa menghangati hati dalam taat akan syariah-Nya.***

Editor: Mirna Tribun
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved