Pendiri Luruskan Sejarah Kohati

Itu merupakan sejarah yang salah dan tidak dapat dibenarkan. Karena, Kohati lahir setelah PKI di bubarkan

Tayang:
Penulis: Haryanto | Editor: Jamadin
ISTIMEWA
MATERI - Pendiri Korps HMI Wati (Kohati), Ida Ismail memberikan materi dalam acara Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional, Rabu (31/01/2017) kemarin. 

Haryanto: Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Haryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pendiri Korps HMI Wati (Kohati), Ida Ismail hadir langsung sebagai pemateri dalam acara Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional.

Ia hadir dalam acara yang diselenggarakan Kohati dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak, di aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Kalbar, Kota Pontianak, Rabu (31/01/2017) kemarin.

Dalam materinya, salah satu pendiri Kohati tersebut, meluruskan sejarah perjuangan Kohati. Dijelaskan, meskipun di awal berdirinya di kala Indonesia tengah bergejolak, namun Kohati bukan di bentuk untuk satuan melawan PKI.

"Itu merupakan sejarah yang salah dan tidak dapat dibenarkan. Karena, Kohati lahir setelah PKI di bubarkan," jelas Ida dalam rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id, Kamis (1/2/2018).

(Baca: Merinding! 8 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Sungai Pinyuh, Satu Tewas )

Dikatakan Ida, ada anggapan yang salah di masa itu bahwa peran perempuan hanya dianggap sebagai pelengkap kehidupan semata.

Ia menilai, pada masa itu perempuan hanya dianggap sebagai budak yang harus menurut kata suami dan diam di dapur tanpa didengar aspirasinya, pernyataannya, maupun ide-denya.

"Ruang gerak perempuan terbatas. Mereka tidak mengetahui bagaimana keadaan dunia luar yang akan menunggu mereka dan permasalahan-permasalahan yang mungkin saja dapat terpecahkan oleh ide-ide wanita yang cerdas dan dianggap sebelah mata oleh kaum lelaki ini," tuturnya.

"Hal ini yang menjadi dasar permasalahan kita bahwa banyaknya jumlah perempuan produktif Indonesia menjadi tantangan tersendiri, mengenai dibutuhkannya keterlibatan dalam peran aktif perempuan dalam pembangunan," tambahnya.

MATERI - Pendiri Korps HMI Wati (Kohati), Ida Ismail memberikan materi dalam acara Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional, Rabu (31/01/2017) kemarin.
MATERI - Pendiri Korps HMI Wati (Kohati), Ida Ismail memberikan materi dalam acara Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional, Rabu (31/01/2017) kemarin. 

Menurutnya, upaya mendorong kepemimpinan dan keterlibatan peran perempuan sangat diharapkan. Perempuan, dikatakan, dapat memberikan kontribusi peran perempuan di Indonesia.

"Tentunya di segala aspek kehidupan perlindungan hukum, kesetaraan gender, meningkatnya peran perempuan dalam mengambil keputusan, dan peningkatan pendidikan perempuan. Tentunya akan berdampak besar karena kesadaran muncul dari individu sampai ke negara," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Kohati Cabang Pontianak, Riri Kamiati menjelaskan, Kohati merupakan bagian dari badan semi otonom HMI. Kohati dikatakan, sangat peduli terhadap isu-isu keperempuanan, 

"Kita tentu peduli terhadap nasib perempuan dan kualitas perempuan. Maka dari itu, kita menyelenggarakan kegiatan ini," katanya.

Dijelaskan, kegiatan LKK dilaksanakan di LPMP Kalbar selama lima hari, 27 Januari-1 Februari. Sebanyak 31 peserta ikut dalam acara ini yang berasal dari berbagai cabang HMI. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved