Breaking News

Askiman Lebih Percaya Akurasi Data Disdikbud Ketimbang BPS Kalbar

Ia mengaku lebih percaya dengan data yang dihimpun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Wakil Bupati Sintang Askiman saat diwawancarai Tribun Pontianak terkait dengan permasalahan kekurangan guru atau tenaga pendidik di Kabupaten Sintang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Berdasarkan data rilis survei ekonomi nasional yang dilakukan BPS Kalbar pada tahun 2017 bahwa 35.772 jiwa penduduk Kabupaten Sintang mengalami buta huruf atau 8,77 persen dari total jumlah yang mencapai 407.901 jiwa.

Sementara data terakhir pada tahun 2015-2016 yang diterima Tribun Pontianak dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang ada 29.165 penduduk Kabupaten Sintang mengalami yang tuna aksara.

Baca: Jelang Sidang Cerai Ahok, Pengacara Beberkan Hal yang Mengejutkan

Menanggapi data tersebut, Wakil Bupati Sintang Askiman mempertanyakan apakah tenaga survey dari BPS Kalbar yang tersebar di kecamatan-kecamatan melakukan survei secara maksimal atau tidak di lapangan.

Ia mengaku lebih percaya dengan data yang dihimpun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang.

Sebab dinas tersebut yang memang berkecimpung secara langsung di bidang pendidikan Kabupaten Sintang.

"Tentunya kita akan lebih percaya itu. Karena Disdikbud tidak hanya melakukan sesuatu kegiatan pendidikan formal saja, tetapi pendidikan informal juga dilakukan. Seperti contohnya yang ada di SKB," ujarnya, Selasa (30/1/2018) siang

Baca: Unggah Foto ini, Krisdayanti Terlihat Seksi Tak Pakai Baju, Netizen: Makin Dekat Neraka

Namun terlepas dari masalah akurasi data mana yang lebih tepat.

Askiman mengatakan jika dilihat antara data dari Disdikbud Sintang tahun 2015-2016 dan survei dari BPS Kalbar tahun 2017 memang grafiknya meningkat.

"Jadi kalau meningkat. Kita juga akan melihat mulai dari angka kelahiran. Itu juga menjadi suatu standar dikaitkan dengan jumlah penduduk yang ada. Meskipun demikian, upaya yang telah kita lakukan melalui SKB juga untuk penentasan buta aksara, dengan pendidikan dan pelatihan yang dilakukan mereka sudah berkembang dan berjalan sampai saat ini," jelasnya.

Baca: Permalukan Jessica Iskandar, Tak Pernah Akui Anaknya, Baru Saja Ludwig Lakukan Hal Mengejutkan

Kemudian dilihat dari kondisi lapangan, Askiman mengatakan bahwa saat ini tidak pihaknya memang tidak melakukan pendidikan dan pelatihannya adalah masyarakat atau penduduk yang sudah berusia lanjut.

"Karena otomatis yang berusia lanjut itu sudah lepas dari usia produktif. Kemudian yang usia produktif saya kira sampai hari ini kita sudah ada angka penurunannya. Kita boleh sama-sama buka data dan menyajikan akurasi data yang kita miliki," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved