Pilkada Kalbar
Sat Sabhara Polres Sintang Gelar Latihan Rutin Dalmas, Berbagai Sistem Pengamanan Dipersiapkan
rangkaian latihan sudah digelar secara intensif. Berbagai sistem pengamanan massa, dari tingkatan yang paling ringan hingga aksi anarkis
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Anggota Sat Sabhara Polres Sintang melaksanakan latihan rutin pengendalian massa (dalmas) guna peningkatan kemampuan pengamanan Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat 2018 di Halaman Mapolres Sintang, Selasa (23/1/2018) pagi.
Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di halaman depan Mapolres Sintang, dipimpin langsung oleh Kasat Sabhara Polres Sintang Iptu M Rasyid kemudian didampingi Kanit dan Kasubnit Dalmas Polres Sintang.
Baca: Polres Ketapang Siap Amankan Pilgub 2018, Begini Pengamanan Untuk 1111 TPS
“Latihan Dalmas inti ini untuk mengantisipasi pengamanan massa dalam menghadapi pilkada nanti. Persiapan antisipasi jika terjadi demo massa, baik pada tahapan pilkada maupun pasca pemungutan suara," ujar Iptu M Rasyid.
Ia mengatakan rangkaian latihan sudah digelar secara intensif. Berbagai sistem pengamanan massa, dari tingkatan yang paling ringan hingga kemungkinan terjadinya aksi anarkis dan kekerasan, sudah harus bisa diantisipasi.
Sementara itu, Kanit Dalmas II Aiptu Marudut Panggabean mengatakan ada sekitar 40 personel yang dilibatkan dalam memperagakan beberapa pelatihan kesigapan, seperti latihan di tempat maupun latihan formasi.
Baca: Kajari Ketapang : Kedepankan Musyawarah Selesaikan Masalah Pilkada
“Pelatihan pengendalian massa dimulai dari latihan dalmas awal yaitu tanpa menggunakan peralatan, sampai penggunaan peralatan dari helm, tongkat, serta tameng,” ujar Kanit Dalmas II Aiptu Marudut Panggabean.
Pelatihan tersebut bertujuan melatih fisik anggota serta kesiapan anggota pada saat menghadapi unjuk rasa yang sebenarnya di lapangan mengingat dalam waktu dekat akan dilaksanakan pilkada serentak.
“Dalmas dalam pelaksanaan tugas di lapangan bergerak dalam ikatan peleton dan kompi, bergantung dari jumlah massa dan tingkat anarkis dan bahaya yang ditimbulkan,” tambah Aiptu Marudut Panggabean.
Baca: Satreskrim Sintang Bekuk Dua Tersangka Pencuri TV, Prosesnya Cukup Panjang
Dalam mengendalikan massa, Aiptu Marudut mengatakan terdapat beberapa tahapan yang dilalui, mulai dari tindakan preventif dengan menurunkan tim negosiator, hingga menggunakan peralatan pemecah massa seperti gas air mata atau water canon.
“Standard Operational Procedure (SOP)-nya mengacu pada Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian,” pungkasnya.