Kalbar Urutan 3 Ujaran Kebencian via Medsos se-Indonesia

Kalimantan Barat menjadi daerah urutan ketiga paling banyak hate speech atau ujaran kebencian melalui media sosial (medsos) se-Indonesia...

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kalimantan Barat menjadi daerah urutan ketiga paling banyak hate speech atau ujaran kebencian melalui media sosial (medsos) se-Indonesia.

Dir Intelkam Polda Kalbar Kombes Pol Dally Achmad Mutiara mengatakan berdasarkan pemantauan Polda Kalbar, oknum pelaku yang menyuarakan ujaran kebencian rata-rata berasal dari luar Kalbar.

"Kalbar nomor tiga hate speech medsos. Tapi setelah ditelusuri, pelakunya mayoritas orang luar Kalbar. Bahkan dari Papua juga ada. Itu berdasarkan hasil tracking," ungkapnya kepada Tribun, Kamis (18/1/2017).

Baca: Sosok Relawan Yang Unggah Kisah Bocah Difabel Asal Tebas di Medsos

Dally mencontohkan dari perbandingan 10 orang, hanya tiga orang asal Kalbar yang benar-benar menyebar ujian kebencian. Sementara itu, tujuh orang tersisa merupakan pelaku hate speech asal luar Kalbar.

"Polda Kalbar masih mendalami motifnya. Apakah diundang atau ada sebab lain sehingga oknum tersebut menyebarkan ujaran kebencian," timpalnya.

Ia mengatakan Kalbar terbilang jadi target penyebar ujaran kebencian, lantaran memiliki kemajemukan dan keheterogenan lebih banyak dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Indonesia.

"Kalbar punya ragam suku, agama dan budaya. Kalau daerah lain itu majemuknya belum seperti Kalbar yang merupakan miniatur Indonesia," jelasnya.

Kondisi ini dinilai memudahkan oknum pelaku atau kelompok tertentu memainkan isu-isu ujaran kebencian agar masyarakat terprovokasi. Di momen Pilkada, ia mengaku kepolisian punya tugas ekstra mengawasi beredarnya ujaran kebencian dan hoaks berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

"Polda Kalbar menelusuri dan mempelajari bahwa Kalbar, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah akan jadi reduksi Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019," terangnya.

Ia membaca bipolar dua kekuatan besar Pilpres 2014 lalu akan terulang pada Pilpres 2019 mendatang. Ada indikasi atmosfer politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta Tahun 2017 akan dibawa ke Kalbar.

Selain posisi tiga sebagai daerah paling banyak ujaran kebencian via medsos, ia menambahkan Kalbar masuk 20 besar penggunaan media sosial terbanyak di Indonesia. Hal ini berdasarkan hasil pemetaan se-Indonesia.

"Kalbar dipantau oleh Kemenkominfo dalam hal penggunaan media tidak bijak dan cerdas," paparnya.

Dally menegaskan Polri punya program antisipasi dan penanggulangan radikalisme dan intoleran. Polda punya alat tracking untuk mengawasi hoaks, ujaran kebencian dan cyber crime (kejahatan dunia maya).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved