Dishubkominfo Kalbar Maksimalkan Command Centre Pantau Hoaks dan Hate Speech
Ia akui isu-isu negatif medsos akan meningkat intensitasnya jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan pengawasan media sosial (medsos) menjadi titik fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat.
Ia akui isu-isu negatif medsos akan meningkat intensitasnya jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).
"Kami pantau terus melalui Command Centre yang sudah diresmikan sebelum akhir tahun 2017," ungkap Kepala Diskominfo Provinsi Kalbar, Anthony Sebastian Runtu, Kamis (18/1/2018).
Baca: Pj Gubernur Kalbar Yakin Kepolisian Bisa Tangani Kasus Hate Speech dan Hoaks
Menurut dia, sistem Command Centre terbilang canggih dan mumpuni dalam mengawasi lini masa medsos. Setiap pergerakan ataupun informasi yang terupload di medsos bisa dilacak melalui sistem tracking.
"Seperti topik apa yang hangat dan ramai diperbincangkan, kemudian topik yang sentimental juga bisa diketahui. Ketika ada Informasi yang tidak benar dan bersifat provokasi saat pemantauan, kami bisa langsung ambil langkah antisipasi," terangnya.
Langkah antisipasi yang dilakukan yakni proteksi melalui pesan singkat elektronik yang dikirim ke semua nomor handphone masyarakat. Pesan itu berisi imbauan agar masyarakat tidak terpancing isu-isu negatif atau bohong yang disebarkan melalui medsos.
"Pemantauan aktivitas medsos dilakukan 1x24 jam. Sudah ada Sumber Daya Manusia (SDM) khusus untuk Command Centre," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-diskominfo-provinsi-kalbar-anthony-sebastian-runtu_20180118_203821.jpg)