Dana Tak Kunjung Ada, Operasi Alamsyah Bayi Kembar Penderita Jantung Bocor Harus Terkendala

Herwan mengungkapkan, Pemerintah Desa Matang Labong telah berupaya menyampaikan keluhan warganya, yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Alamsyah, seorang bayi berusia 11 bulan menderita jantung bocor saat berada di kediamannya di Desa Matang Labong, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Minggu (14/1/2018). Uluran tangan dermawan dibutuhkannya untuk biaya operasi di Jakarta. 

Alamsyah, merupakan bayi kembar. Saudara kembarnya, Alansyah dalam kondisi sehat dan bugar.

Kedua anak laki-laki ini, merupakan anak kembar dari pasangan Priyanto (43) dan Sumiati (35).

Kini, keduanya dalam pengasuhan sang Ibu.

"Sudah pernah dibawa ke Jakarta, tapi baru CT Scan sama Rontgent, butuh 3 bulan baru bertemu dokternya. Kemarin bulan November 2017 ke sana, nanti datang kembali tanggal 19 Februari 2018, baru ketemu dokternya," ungkap Sumiati, Minggu (14/1/2018).

Menurut pihak keluarga, bayi Alamsyah memang lahir prematur, dan sudah kerap mengalami sakit-sakitan sejak kecil.

Namun pihak keluarga tak menyangka Alamsyah ternyata menderita kebocoran jantung.

"Sejak enam bulan lalu, kebocoran jantung yang diderita Alamsyah semakin parah," ujar Sumiati menahan tangis.

Sumiati tak berpangku tangan, demi kesembuhan buah hatinya, ia mengaku telah membawa Alamsyah ke rumah sakit di Pontianak untuk dirawat.

Alamsyah sempat di rawat di Rumah Sakit Kharitas Bhakti Pontianak dengan bantuan biaya BPJS. Namun karena keterbatasan peralatan medis, pihak rumah sakit merujuknya rumah sakit di Jakarta untuk segera dioperasi.

Namun sayangnya keluarga bayi malang ini tidak memiliki biaya untuk berangkat ke Jakarta, lantaran keterbatasan ekonomi.

Apalagi ayah bayi malang ini hanya bekerja sebagai TKI di Malaysia, sementara sang Ibu sehari-hari hanya sebagai pedagang sembako kecil-kecilan.

Bahkan, kini toko sembakonya pun terpaksa gulung tikar, lantaran modal usahanya telah habis untuk biaya pengobatan Alamsyah selama ini.

"Nanti tanggal 19 Februari 2018 dokter menyarankan cek ke Jakarta. Kami belum punya biaya untuk keberangkatan maupun biaya operasi. Kepada pemerintah atau pun donatur, sudi kiranya membantu saya, untuk meringankan biaya pengobatan atau pun biaya transportasi berobat ke Jakarta," sambungnya.

Sejumlah rekomendasi penggalangan dana untuk Alamsyah pun telah dipegang pihak keluarga, di antaranya rekomendasi dari Pemerintah Desa Matang Labong.

Putra kedua Sumiati dan Priyanto ini membutuhkan uluran tangan para dermawan.

Bantuan biaya untuk pengobatan Alamsyah, dapat disalurkan ke nomor rekening BRI, dengan nomor rekening 3861-01-026575-53-1 atas nama Sumiati.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved