Antisipasi Peredaran Narkoba di Lapas, Kemenkumham Tak Segan Copot Kalapas!
Saya tindak tegas, seperti kalapas saya copot, anda bisa lihat sendiri saya tindak tegas, kalau perlu saya dorong ke polisian
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kakanwilkumham Kalbar, Rochadi Iman Santoso menuturkan pihaknya telah menggunakan berbagai cara untuk mengantisipasi peredaran narkoba dilapas.
Satu diantaranya adalah memblok transfer napi dari luar untuk masuk kembali pada Kalbar.
"Saya bersurat kepada pak menteri, untuk stop dulu dari luar Kalbar karena tidak menutup kemungkinan napi narkoba Kalbar yang pernah ditransfer keluar Kalbar juga kembali lagi ke Kalbar," katanya, Rabu (27/12/2017).
Hal itu dilakukan, lanjutnya guna membereskan dan membersihkan jejaring lapas, hingga ke gembong-gembongnya.
"Saya tutup dulu untuk beresin masalah pemindahan gembong-gembongnya dulu," ujarnya.
Baca: Perayaan Natal, Rutan Putussibau Berikan Remisi Enam Napi
Menurutnya, untuk sekarang napi Narkoba di Kalbar sekitar 1600-an, dari total 4100 napi.
Baca: Kalapas Dicopot, Napi dan Tahanan Sepakat Perbaiki Fasilitas yang Rusak akibat Kerusuhan
"Antisipasi jaringan dilapas bloknya sudah kita pisah sendiri-sendiri, namun memang tidak menutup kemungkinan mereka di dalam pakai juga, seperti yang tertembak di Rutan Pontianak belum lama ini. Kedapatan bawa 5Kg, kita harus bersihkan petugas yang terlibat masalah itu," jelasnya.
Dikatakannya pula, jika kaitannya dengan petugas, kelemahanya bukan dari luar namun dari dalam.
Baca: Napi Lapas Singkawang Ini Mencoba Kabur ke Rumahnya, Reaksi Sang Istri Malah Begini
"Saya tindak tegas, seperti kalapas saya copot, anda bisa lihat sendiri saya tindak tegas, kalau perlu saya dorong ke polisian," ujarnya.
Kedepan, lanjutnya Kemenkumham akan selalu bekerjasama dengan baik, interdiksi, dicek pointnya, bagian dari pemeriksaan orangnya, terkait dengan temuan dilapangan akan diserahkan.
"Penggunaan alat komunikasi ini walau kita larang, namun positif jaringanya ketahuan dan untuk dapat big fishnya, yang gede-gede," pungkasnya.