Penjual Daging Sapi Pasar Flamboyan Tak Potong Sapi di RPH, Alasan Mereka Bikin Terkejut!

Haryadi yang tinggal Tanjung Raya 1 ini setiap harinya menjual dua sampai tiga ekor tapi dan ia mengaku biasa memotongnya...

Penjual Daging Sapi Pasar Flamboyan Tak Potong Sapi di RPH, Alasan Mereka Bikin Terkejut!
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Haryadi (58) penjual daging sapi Pasar Flamboyan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pedagang daging sapi di Pasar Flamboyan \tidak selalu memotong sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik pemerintah.

Satu di antara pedagang yang diwawancarai Haryadi (58) menuturkan sejauh ini ia kadang memotong sapi jualannya di RPH milik pemerintah karena pengurus di RPH diakuinya terlalu mau enak dan meminta biaya dimuka.

Haryadi yang tinggal Tanjung Raya 1 ini setiap harinya menjual dua sampai tiga ekor tapi dan ia mengaku biasa memotongnya di pemotongan milik masyarakat.

Baca: Lewat Taekwondo, Polwan Cantik ini Sudah Dua Kali Bertarung di Kejuaraan Internasional

"Saya setiap harinya dua sampai tiga ekor rata-rata, udah bertahun saya tidak pernah motong di RPH pemerintah di Jeruju itu," ucapnya, Sabtu (23/12/2017).

Namun ia mengakui terkadang masih memotong di RPH Siantan, Sungai Selamat.

Tapi seringnya memotong di pemotongan yang disebutnya milik Haji Yatim di Desa Kapur Kubu Raya.

"Dulu memang kita motong di RPH Jeruju tapi selama pengurusnya ganti kita tidak lagi memotong disana, khususnya saat itu pergantian Pak Aswin mereka maunya bayar dulu sapi belum dipotong. Kalau dulu itu di pemotongan Jeruju mereka potong dulu siangnya baru ambil uang konsennya di pedagang," ucapnya mengeluh.

Haryadi yakin sapi yang dipotongnya di pemotongan masyarakat aman dari virus yang berbahaya, karena ia sebut membeli sapi yang sudah dikarantina di Sungai Raya.

Sedangkan sapi yang dibelinya di daerah pesisir arah Pontianak Utara akan dipotong di RPH Sungai Selamat.

Ia menjelaskan pelayanan beda jauh antar RPH Sungai Selamat dengan RPH yang ada di Jeruju.

Tegasnya kalau pemerintah tidak pernah melakukan razia di pemotongan milik masyarakat, karena buktinya masih ada pemotongan.

Penulis: Syahroni
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved