Diberitakan Lakukan Korupsi, Begini Penjelasan Kepsek SMKN 4 Pontianak

"Tapi media itu memberitakan seolah-olah dilakukan penarikan sebanyak dua kali," jelasnya

Diberitakan Lakukan Korupsi, Begini Penjelasan Kepsek SMKN 4 Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ADELBERTUS CAHYONO
Kepala Sekolah SMKN 4 Pontianak, Haryanto (tengah) saat memberikan klarifikasi soal pemberitaan di satu media online yang menyebut dirinya melakukan tindak korupsi lebih dari Rp 4 miliar di SMKN 4 Pontianak, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, Rabu (13/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Sekolah SMKN 4 Pontianak, Haryanto dituding telah melakukan tindak korupsi lebih dari Rp 4 miliar oleh satu diantara media online.

Media itu menyebut bahwa selain melakukan pemungutan uang komite sebesar Rp 85 ribu persiswa perbulan, pihak SMKN 4 Pontianak juga telah melakukan pemungutan sebesar Rp 1.050.000 kepada setiap murid baru.

(Baca: Askiman Optimis P2-Emas Jadi Solusi Penurunan Angka Kemiskinan Sintang )

Padahal, kata Haryanto, jumlah yang sebesar Rp 1.050.000 itu merupakan jumlah dari Rp 85 ribu tadi yang dilakukan penarikan oleh komite sekolah secara sekaligus kepada setiap murid baru untuk jangka waktu setahun.

Hal itu mengingat sejak Januari hingga Juni 2017 pihak sekolah tidak lagi menerima dana Bosda karena ada masa transisi dari yang sebelumnya berada di bawah kewenangan Pemkot Pontianak ke Provinsi Kalimantan Barat.

(Baca: Terkait Peredaran Buku Sebut Yerusalem Ibukota Israel, Begini Penjelasan Kadisdik Kayong Utara )

"Tapi media itu memberitakan seolah-olah dilakukan penarikan sebanyak dua kali," jelasnya saat menggelar konferensi pers di SMKN 4 Pontianak, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, Rabu (13/12/2017).

Haryanto mengungkapkan, dana itu digunakan untuk melakukan pembayaran kepada sejumlah pihak yang telah memberikan pinjaman kepada sekolah untuk membayar gaji guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap selama 6 bulan masa transisi itu.

Haryanto juga mengatakan bahwa apa yang tertulis di media tersebut benar-benar tidak sesuai dengan fakta yang sebetulnya terjadi.

Halaman
12
Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved