Nenek Teria Nyaris Terbakar Api di Rumah Betang

"Pas saya bangun sudah terasa panas dalam kamar, dan langsung anak saya mengambil dan menarik supaya cepat keluar," ucapnya.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Seorang anak kecil sedang melihat kodinsi rumah betang, Ulu Banua, di Desa Sayut, Kecamatan Putussibau Selatan, yang telah terbakar, Senin (11/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepanikan dirasakan oleh sejumlah warga Rumah Betang Ulu Banua, saat terjadi kebakaran, dengan cepat api membesar dari bumbung rumah betang tersebut.

Hampir warga yang tinggal disana nyaris terbakar dalam rumah.

Seperti Nenek Teria Sipung (68), kalau dirinya nyaris terkena jilatan api yang sedang berkobar menghanguskan rumah betang tersebut.

Untuk saja Nenek Teria Sipung, cepat ditarik oleh anak lelakinya, yang sudah mengetahui kebakaran itu.

(Baca: Kondisi Rumah Betang Ulu Banua Pasca Dilanda Kebakaran Hebat )

"Saya sedang tidur, dan terbangun karena terdengar ada yang teriak kebakaran, langsung ditarik dan dibawa oleh anak saya untuk keluar rumah," ujarnya kepada Tribun, saat berada di rumah anaknya yang tak jauh dari lokasi rumah betanag tersebut, Senin (11/12/2017).

Nenek Teria menyatakan, saat bangun tidur didepannya dan disebelah kiri sudah ada api yang membesar.

"Pas saya bangun sudah terasa panas dalam kamar, dan langsung anak saya mengambil dan menarik supaya cepat keluar," ucapnya.

(Baca: Berdiri Sejak 1992, Rumah Betang Ulu Banua Sisakan Kenangan Sejarah Nenek Moyang )

Sebenarnya jelas Teria Sipung, ia inggin membawa beberapa harta bendanya yang berharga tapi sudah tak sempati lagi, karena kobaran apinya sudah membesar di dalam rumah.

"Satupun harta benda saya tak bisa diselamatkan, dan kerugian sekitar ratusan juta," ujarnya.

Dalam rumah yang tinggal sama nenek Teria Sipung, ada  3 Kepala Keluarga, merupakan anak-anaknya dan cucu.

"Tapi bersyukur semuanya bisa selamat," ucapnya sambil mengusap air matanya.

Atas kejadian tersebut Nenek Teria Sipung sangat merasa trauma, dan ketakutan biarpun keluarganya selamat dari jilatan kobaran api. "Ini saja pakaian saya diberi oleh anak saja, semua pakaian habis tak bersisa, dan sangat berharap ada bantuan kepada korban kebakaran," ungkapnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved