Ditreskrimsus Polda Kalbar Amankan 30 Karung Kentang Ilegal di Pasar Flamboyan

Tim Subdit I Ditreskrimsus Polda Kalbar berhasil mengamankan satu minibus beserta kentang sebanyak 30 karung dengan berat masing...

Ditreskrimsus Polda Kalbar Amankan 30 Karung Kentang Ilegal di Pasar Flamboyan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Puluhan karung kentang ilegal asal Malaysia yang berhasil diamankan dan disita pihak Ditreskrimsus Polda Kalbar, Rabu (06/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ditreskrimsus Polda Kalbar menggelar press release hasil tangkapan 30 karung kentang yang diduga asal Malaysia di pasar Flamboyan, Kota Pontianak, Rabu (6/12/2017).

Press release ini dipimpin oleh Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo bersama Dirreskrimsus Polda Kalbar, AKBP Mahyudi Nazriansyah beserta jajaran satu tersangka yaitu, SU (37).

Diuraikan Dirreskrimsus Polda Kalbar, AKBP Mahyudi Nazriansyah, terkait dengan kasus tindak pidana hewan, ikan dan tumbuhan.

(Baca: Mengidap HIV/AIDS, 5 Warga Kapuas Hulu Meninggal Dunia )

Pada Rabu dini hari, (06/12/2017) sekitar pukul 02.50 WIB, berdasarkan lidik dan koordinasi serta informasi dari masyarakat,
di Pasar Flamboyan masih banyak beredar barang berasal dari luar negeri, sehingga tim Ditreskrimsus Polda Kalbar turun.

Tim Subdit I Ditreskrimsus Polda Kalbar berhasil mengamankan satu minibus beserta kentang sebanyak 30 karung dengan berat masing karung 10 gram atau 3 kuintal yang diduga berasal dari Malaysia.

"Hasil interogasi dan pemeriksaan sementara, barang-barang tersebut dibeli didaerah Entikong," katanya, Rabu (06/12/2017).

Lanjutnya, di Entikong berlaku bagi masyarakat border bisa membeli KILB Negara, bisa membeli 600 ringgit sesuai dengan perjanjian tahun 70.

Namun kenyataanya masih dimanfaatkan spekulan membeli disana dan dibawa ke luar border sampai ke Pontianak.

"Terhadap kasus ini kenakan pasal 31 UU  nomor 16 tahun 1992 tentang karantika ikan, hewan dan tumbuhan. Kasus ini hampir setiap saat kita tangkap, secra batas tidak pernah berhenti. Artinya kita tidak pernah diam," ungkapnya. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved