TribunPontianak/

Mengidap HIV/AIDS, 5 Warga Kapuas Hulu Meninggal Dunia

Namun yang meninggal karena penyakit HIV/AIDS malah bertambah, tahun 2016 ada 3 orang yang meninggal dan tahun 2017 menelan korban...

Mengidap HIV/AIDS, 5 Warga Kapuas Hulu Meninggal Dunia
TRIBUNFILE/IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Jumlah penderita HIV/AIDS tahun 2017 (Desember) di Kabupaten Kapuas Hulu mengalami penurunan, kalau dibandingkan dengan tahun 2016.

Dimana jumlah penderitanya tahun 2017 sebanyak 19 orang, dan di tahun 2016 ada 24 orang.

Namun yang meninggal karena penyakit HIV/AIDS malah bertambah, tahun 2016 ada 3 orang yang meninggal dan tahun 2017 menelan korban sebanyak 5 orang meninggal dunia.

(Baca: Bedah Buku Berkelahi Melawan Korupsi, Akademisi Hermansyah Sebut BW Orang Gila )

Menurut data yang diterima bahwa, kasus penderita HIV/AIDS dari tahun 2006-2017 (Desember) berjumlah 121 penderita, dan yang telah meninggal dunia akibat HIV/AIDS sebanyak 43 orang.

Tahun 2006 penderita ada 9 orang dan meninggal dunia 8 orang, tahun 2007 penderita 2 orang dan meninggal 1 orang, tahun 2008 sebanyak 13 orang dan meninggal 7 orang, tahun 2009 ada 6 orang dan meninggal dunia 4 orang, tahun 2010 ada 3 orang penderita dan meninggal dunia 1 orang.

(Baca: Ingin Banyak Viewers, Gadis Ini Live Streaming Masukan Belut ke Miss V, Akibatnya Bikin Ngeri )

Untuk tahun 2011 sebanyak 6 orang dan meninggal 2 orang, tahun 2012 ada 4 orang penderita dan 4 orang meninggal dunia, tahun 2013 penderita ada 13 orang dan meninggal 2 orang, tahun 2014 penderita 14 orang dan meninggal 3 orang.

Sedangkan tahun 2015 ada 8 orang penderita dan meninggal 3 orang, tahun 2016 penderita 24 orang dan meninggal dunia ada 3 orang, sampai tahun 2017 ada sebanyak 19 orang sedangkan meninggal dunia sebanyak 5 orang.

"Dalam hal ini Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, sekarang sudah bekerjasama dengan VCT rumah sakit, serta Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Kapuas Hulu, dalam melakukan penyuluhan dan itu sudah kami lakuka," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kapuas Hulu, Ade Hermanto kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (6/12/2017).

Selain itu jelas Ade Hermanto, di setiap Puskesmas se Kapuas Hulu juga sudah mengaktifkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja, yang juga berkerjasama lintas sektor seperti Satpol PP dan Polres Kapuas Hulu, dalam melakukan penyuluhan di tempat hiburan.

"Kami di dinas kesehatan juga melakukan pemeriksaan darah, untuk warga binaan, seluruh ibu hamil serta seluruh penderita TB paru, dengan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) HIV/AIDS," ucapnya.

Ade menuturkan, Dinas Kesehatan Kapuas Hulu juga sudah melakukan kerjasama dengan VCT Sintang, kalau ada ODHA yang mau minta obat Antiretrovirus (ARV).

"Karena ada ODHA Kapuas Hulu yang malu ngambil obat di Putussibau, serta untuk ODHA yang berada di perbatasan Sintang mereka akan ngambil obat di Sintang," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help