RS St Antonius Tambah Alat Medis Senilai Rp 16 miliar

Dengan adanya alat MRI ini dr Gede sebut pasien Kalbar tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sekedar ke Khucing, Jakarta

Tayang:
Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Direktur Utama RSU St Antonius Pontianak, dr Gede Widjaya. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Untuk meningkatkan layanan kesehatan pada masyakat, Rumah Sakit Umum Santo Antonius Kalbar terus menambah fasilitas layanan kesehatan mereka.

Direktur Utama RSU St Antonius, dr Gede Sandjaya menuturkan penambahan fasilitas Poli Spesialis dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) ini bertujuannya untuk menunjang RS dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

(Baca: Resmikan Fasilitas MRI RS Antonius, Ini Yang Jadi Harapan Cornelis )

"Poli Spesialis ini terus terang kami dari manajemen selama ini tidak pernah ada. Jadi terhitung mulai hari ini poli spesialis sore sudah mulai dibuka. Minimal dokter tetap Antonius bisa mengisi poli tersebut dan malam juga ada layanan rawat jalan di RS Antonius," ungkap dr Gede Sandjaya, Selasa (5/12/2017).

(Baca: Rombongan Mobil Polisi Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Ahmad Yani )

Dijelaskannya untuk praktek di RS maka safety bagi pasien akan terjamin dibanding praktek di ruko-ruko, karena apabila pasiennya alergi maka langsung dibawa di UGD atau semacamnya. Kemudian untuk limbahnya juga akan terkontrol dari pada praktek di ruko-ruko.

"Sedangkan MRI kami menyediakan layanan ini untuk masyarakat Kalbar, karena memang ini sangat membantu dna dibutuhkan. MRI ini pemeriksaan yang sangat spesifik untuk melihat kelainan dileher, bagian sendi jaringan lunak, sampai pembuluh darah," jelasnya.

Dengan adanya alat MRI ini dr Gede sebut pasien Kalbar tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sekedar ke Khucing, Jakarta dan mereka bisa ceckup disini.

"Tujuannya untuk meningkatkan angka kunjungan masyarakat di St Antonius juga. Adanya layanan ini disamping memberikan layanan prima, pasien Kalbar tidak lagi keluar negeri, maaka uangnya beredar di Kalbar saja," tambahnya.

Alat ini merupakan alat yang kedua setelah beberapa waktu lalu ada di RS Soedarso. Saat itu dr Gede menjabat sebagai direkturnya.

Saat itu ia sebut Gubernur Kalbar membelikan atas usulan yang berukuran 0,3 tesla. Saat ini yang dimiliki oleh RS St Antonius uuran 1,5 tesla maka lima kali lebih besar.

"Terus terang ini peralatan canggih, orang dibelakangnya juga perlu orang yang mengerti tentang peralatan itu. Ini mengadakan Kerja Sama Operasional (KSO) melalui dokter Adji, karena dokter Adji ini adalah dokter radiolog pertama menggunakan MRI di Indonesia sejak tahun 80-90an. Jadi untuk membaca hasil scan cukup handal," jelasnya.

Untuk harga alat tersebut dr Gede sebutkan kisaran antara Rp 15-16 miliar. Seandainya pihak rumah sakit membeli sendiri disebutnya untuk BEF sangat susah.

Selain itu biaya sekali pemeriksaan dibandrol Rp2,7 juta serta, jika menggunakan kontras Rp 4 juta.

"Mudahan dengan ada fasilitas ini masyarakat bisa terbantu dan pelayan kesehatan dari kami semakin baik," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved