Peserta Konferensi Nasional Komunikasi 2017 Takjub Tarian Tidayu

Dia yang merupakan dosen Public Relations di Universitas Andalas, mengatakan Tidayu memiliki pesan yang teramat mendalam.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Satu dari peserta Konferensi Nasional Komunikasi 2017, Yesi Puspita, dosen Public Relations di Universitas Andalas. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu dari peserta Konferensi Nasional Komunikasi 2017, Yesi Puspita mengaku takjub dengan keberagaman yang ada di Pontianak setelah menyaksikan tarian Tidayu yang disajikan di depan peserta konferensi di Golden Tulip, Senin (4/12/2017).

Dia yang merupakan dosen Public Relations di Universitas Andalas, mengatakan Tidayu memiliki pesan yang teramat mendalam.

"Penampilan seni tadi adalah simbol, simbol yang merupakan pesan. Pontianak bisa direpresentasikan melalui seni yang ditampilkan tadi," ucapnya.

Dia mengungkapkan pesan yang disampaikan Tidayu mampu menggambarkan Kota Pontianak yang memiliki beragam suku namun tetap bisa bersatu.

Simbol-simbol ini menunjukkan bahwa di balik semua perbedaan ada kebersamaan.

"Dalam perspektif komunikasi itu adalah pesan, sesuai dengan tema pembangunan yang kita angkat pada konferensi kali ini, walaupun kita berbeda-beda, tujuan kita satu yaitu membangun Indonesia," ungkapnya.

Acara ini disebutnya sangat menarik dan penuh kesan, selain menampilkan tidayu, pengenalan sape' juga dilakukan melalui permainan langsung di hadapan 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved