Ini Pesan Pakar Senior Belanda Kepada Pemadam Swasta Kalbar

Menurut Jean, seorang pemadam sering berhadapan dengan tiga tantangan besar.

Penulis: Steven Greatness | Editor: Steven Greatness
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
Panitia Diklatsar pemadam kebakaran swasta se-Kalbar foto bersama Dutch Senior Expert (PUM Netherlands), Jean Luijten (kemeja putih) di aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (29/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekitar 150 peserta dari perwakilan pemadam kebakaran swasta yang ada di Kalbar mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) pemadam kebakaran di aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (29/11/2017).

Diklatsar tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Pemadam Kebakaran Swasta (APKS) Kalimantan Barat dengan agenda simposium safety first & basic training fire brigade selama tiga hari, 29-30 November & 1 Desember 2017.

(Tonton: Puluhan Petugas Damkar Dibekali Teknik Pemadaman Kebakaran, Ini Yang Jadi Harapan Panitia!)

Adapun tema yang diusung Diklatsar kali ini adalah utamakan keselamatan dalam penanganan kebakaran, dengan menghadirkan pakar senior pemadam dari Belanda, Jean Luijten.

Dutch Senior Expert (PUM Netherlands), Jean Luijten, mengatakan, seorang pemadam kebakaran harus bisa mengikuti perkembangan, baik alat yang digunakan maupun objek yang terbakar.

"Bangunan berubah dari kayu ke semen atau bata, maka cara kerja kita juga berubah. Kita harus kuasai teori teknik agar di lapangan mudah bekerja," ujar Jean yang juga instruktur pemadam di Fire-academy.

(Baca: Kota Pontianak Miliki Pemadam Kebakaran Terbanyak se Indonesia)

Panitia Diklatsar pemadam kebakaran swasta se-Kalbar foto bersama Wali Kota Pontianak, Sutarmidji dan instruktur pemadam Belanda, Jean Luijten di aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (29/11/2017).
Panitia Diklatsar pemadam kebakaran swasta se-Kalbar foto bersama Wali Kota Pontianak, Sutarmidji dan instruktur pemadam Belanda, Jean Luijten di aula Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (29/11/2017). (TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA)

Menurut Jean, seorang pemadam sering berhadapan dengan tiga tantangan besar yaitu tempat pemadaman api, kecelakaan, dan barang berbahaya seperti kimia.

"Karena itu, keselamatan adalah yang pertama bagi seorang pemadam. Di Eropa hal ini menjadi utama." tuturnya.

(Baca: APKS Kalbar Gelar Pelatihan, Ini Materi yang Disampaikan)

Sebelumnya Ketua Panitia Diklatsar Pemadam Kebakaran Swasta, Abi Hasni Tahir mengatakan, diklat kali ini akan memberi kesempatan kepada pemadam untuk belajar banyak mengenai teknik pemadaman.

"Karena banyak hal yang belum kita tahu soal pemadaman akan didapatkan di diklat kali ini, sehingga kita semua bisa menjadi seorang pemadam yang profesional," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved