Peringatan HUT PGRI dan HGN di Sambas, Samion Sampaikan Sejarah Terbentuknya PGRI
Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Nasaruddin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua PGRI Kalbar, Prof DR H Samion H AR MPd dalam sambutannya menyampaikan sejarah singkat PGRI.
Menurutnya, semangat ke-Indonesiaan telah lama tumbuh di kalangan guru-guru Indonesia.
Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).
(Baca: Bejat! Pria Singkawang Ini Setubuhi Anak Tirinya Hingga Hamil, 4 Tahun yang Mengerikan )
"Organisasi ini bersifat unitaristik, yang anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah dan penilik sekolah, dengan latar belakang yang berbeda-beda mereka umumnya berstatus di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat," ungkapnya dalam sambutan.
(Baca: Kolaborasi Pemkot Pontianak dan Angkuts Wujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020 )
Lanjut Samion, tidak mudah bagi PGHB memperjuangkan nasib anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda.
"Sejalan dengan itu, disamping PGHB, berkembang pula organisasi guru baru, antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Persatuan Guru Desa (PGD) Persatuan Guru Ambachts School (PGAS), Persatuan Normal School (PNS) dan Hogere Kweekschool Bond (HKSB). Disamping itu, ada juga guru-guru yang bercorakkan sekolah keagamaan, kebangsaan atau lainnya," paparnya.
(Baca: Sukai Keunikan Aquascape, Konsumen Ini Terpikat Koleksi Gallery X-Aquaworld )
Rektor IKIP Pontianak ini menjelaskan, kesadaran kebangsaan dan semangat berjuang yang sejak lama tumbuh, mendorong guru-guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda.
Hasilnya antara lain adalah, Kepala HIS yang dulu selalu dijabat oleh orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia.
Semangat perjuangan ini semakin berkobar dan memuncak sampai pada kesadaran dan cita-cita kemerdekaan.
"Perjuangan guru tidak lagi berfokus pada perbaikan nasib serta kesamaan hak dan posisi dengan Belanda. Melainkan telah memuncak menjadi perjuangan nasional, dengan teriak Merdeka," jelasnya.
Pada tahun 1932, nama PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Kata "Indonesia" yang mencerminkan semangat kebangsaan, sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata "Indonesia" sangat didambakan oleh guru dan Bangsa Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ketua-pgri-kalbar-prof-dr-samion_20171128_004101.jpg)